Kejari Kota Bogor Resmi Hentikan Penuntutan Kasus Dugaan Tindak Pidana ITE Ustaz Maaher

Ini Alasan Kejari Kota Bogor Hentikan Penuntutan Kasus Dugaan Tindak Pidana ITE Ustaz Maaher karena telah meninggal dunia

Editor: Rohmayana
ist
Akun Instagram Ustaz Maaher yang ternyata membuat tulisan tentang kematian per 31 Desember 2019. Akun yang sudah tak aktif sejak tulisan itu dibuat diserbu netizen setelah muncul kabar Ustaz Maaher benar-benar telah meninggal dunia. 

TRIBUNJAMBI.COM, BOGOR - Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi sebelum meninggal dunia pernah terjerat kasus dugaan tindak pidana ITE.

Kasus dugaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan tersangka Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi secara resmi dihentikan.

Kasus dugaan tindak pidana ITE yang menyeret nama Ustaz Maaher yang juga pernah berseteru dengan artis Nikita Mizani itu dihentikan setelah terbit Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) oleh Kejari Kota Bogor.

 
Hari Selasa (9/2/2021) kemarin, sebagaimana dikutip dari Antara, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor secara resmi menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) atas kasus dugaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dengan tersangka Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi karena tersangka telah meninggal dunia.

"Kejaksaan Negeri Kota Bogor menerbitkan SKPP Nomor: TAP-11/ M.2.12/Eku.2/02/2021 tanggal 9 Februari 2021 yang menetapkan menghentikan penuntutan perkara dugaan tindak pidana ITE atas nama tersangka/terdakwa Soni Eranata," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Leonard menyebut pada Kamis (4/2), Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kota Bogor telah menerima penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti dari Bareskrim Polri atau penyerahan tahap II.

Novel Baswedan Damprat dan Sebut Polisi Keterlaluan, Gegara Ustaz Maaher Meninggal di Rutan Polri

Dalam penyerahan tahap II yang dilakukan secara virtual itu, Soni menegaskan dirinya sehat walafiat.

"Pada saat dilakukan penerimaan dan penelitian tersangka secara virtual, tersangka Soni Eranata menyatakan dirinya dalam keadaan sehat," kata Leonard.

Soni sebelumnya telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri sejak 4 Desember 2020 pasca ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus unggahan penghinaan terhadap Habib Luthfi melalui akun media sosial Twitter @ustadzmaaher_.

Setelah penyerahan tahap II, Soni yang berstatus tahanan Kejaksaan dititipkan untuk kembali ditahan di Rutan Bareskrim selama 20 hari terhitung sejak 4 Februari hingga 23 Februari 2021.

Apa Permintaan Maaher yang belum Dikabulkan Polisi? Sang Ustaz Kini Dimakamkan Dekat Ali Jaber

Mabes Polri menyebut setelah penyerahan tahap II, Soni mengeluhkan sakit.

Petugas rutan dan tim dokter pun menyarankan Soni agar dibawa ke RS Polri Said Soekanto untuk mendapatkan perawatan, tetapi Soni tidak mau hingga akhirnya ustaz tersebut menghembuskan napas terakhirnya di Rutan Bareskrim pada Senin (8/2) pukul 19.45 WIB.

"Sudah ditawarkan (untuk dibawa ke RS Polri), tapi almarhum tidak menginginkan, dia tetap ingin ada di Rutan Bareskrim," kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Tiga Pekan Sebelum Ustaz Maaher Meninggal

Kabar meninggalnya tersangka kasus ujaran kebencian, Maheer At-Thuwailibi atau Ustaz Maaher di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin (8/2/2021) mengejutkan banyak pihak, khususnya pihak keluarga.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved