China Mulai Kuras Harta di Laut China Selatan, Filipina-AS Akan Dimbombardir Jika Nekat Lakukan Ini

China mulai menguras kekayaan alam yang ada di Laut China Selatan (LCS), meski banyak negara yang ikut mengincarnya.

Editor: Teguh Suprayitno
US Navy photo/Nathan Burke
Kapal Induk AS 

China Mulai Kuras Harta di Laut China Selatan, Filipina-AS Akan Dimbombardir Jika Nekat Lakukan Ini

TRIBUNJAMBI.COM - China mulai menguras kekayaan alam yang ada di Laut China Selatan (LCS), meski banyak negara yang ikut mengincarnya.

Bahkan, Beijing dikabarkan membangun anjungan terbesar di dunia untuk menguras minyak yang melimpah di LCS.

Fasilitas produksi dan penyimpanan gas deep water semi-submersible buatan dalam negeri milik perusahaan migas China dengan berat 100.000 ton tiba di lapangan lepas pantai di Laut China Selatan.

Anjungan bertajuk Deep Sea No.1 diklaim sebagai yang terbesar di dunia.

Proyek ini dikembangkan dan dibangun oleh China National Offshore Oil Corp (CNOOC), produsen minyak dan gas bumi terbesar di China.

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan Filipina Mendadak Ingin Gempur China, Filipina-AS Siapkan Serangan Ganas

Nyali China Mendadak Ciut Hadapi Negara Kecil Ini, Ternyata Tetangga Indonesia Komplotan AS, Siapa?

Pesawat Tempur Indonesia-Korea Meluncur April 2021, Kecanggihannya Bakal Saingi Jet Siluman F-35 AS

Pasukan Malaysia Porak-poranda Diganyang Marinir, Ini Sejarah Kelam yang Ditutupi Inggris dari Dunia

Deep Sea No.1 terletak di perairan Provinsi Hainan, China Selatan.

Pekerjaan pemasangan deep water semi-submersible bergulir mulai Sabtu (6/2), menandai langkah penting lainnya dalam eksplorasi migas di laut dalam China.

Mengutip Global Times, proyek tersebut akan memasok seperempat dari kebutuhan gas di Wilayah Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Macao.

CNOOC memulai konstruksi Deep Sea No.1 pada Mei 2019. Dan, mereka mengirim fasilitas deep water semi-submersible pada 14 Januari dan melakukan perjalanan selama 18 hari ke Lapangan Lingshui 17-2 dari Hainan.

Anjungan itu merupakan terobosan bagi China dalam pengembangan migas laut dalam, You Xuegang, General Manager Lingshui 17-2 mengatakan dalam pernyataan di akun resmi CNOOC di WeChat.

Ilustrasi pengeboran minyak di lepas pantai.
Ilustrasi pengeboran minyak di lepas pantai. (Shutterstock)

Lapangan Lingshui 17-2 adalah lapangan migas laut dalam pertama yang China operasikan sendiri, dengan kedalaman rata-rata 1.500 meter dari dasar laut, menurut CNOOC.

"Pasokan dari Lingshui 17-2 bisa menjamin seperempat kebutuhan gas penduduk di Wilayah Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Macao. Lebih banyak ladang migas di Laut China Selatan akan dikembangkan dengan bantuan Deep Sea No.1," kata You.

Perang China-Amerika Serikat di Laut China Selatan

Perang antara China dan Amerika Serikat yang terus berseteru di Laut China Selatan bisa meletus kapan saja.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved