Breaking News:

Pasukan Malaysia Porak-poranda Diganyang Marinir, Ini Sejarah Kelam yang Ditutupi Inggris dari Dunia

Era Presoiden Soekarno, prajurit TNI AL pernah membuat pasukan Malaysia porak-poranda dalam Operasi Ganyang Malaysia.

Korps Marinir
Marinir TNI AL 

Pasukan Malaysia Porak-poranda Diganyang Marinir, Ini Sejarah Kelam yang Ditutupi Inggris dari Dunia

TRIBUNJAMBI.COM-Era Presoiden Soekarno, prajurit TNI AL pernah membuat pasukan Malaysia porak-poranda hingga banyak yang gugur.

Saat itu periode 1963-1966 Presiden Soekarno memerintah Operasi Ganyang Malaysia dengan menerjunkan pasukan khusus TNI AL yang kini dikenal dengan korps marinir.

Wajah pasukan Negeri Jiran ditenggelamkan oleh Marinir Indonesia di perbatasan Kalimantan.

Saking malunya karena kekalahan yang telak tersebut, militer Inggris harus turun tangan untuk menutupinya.

Upaya untuk menutupi noda hitam dalam sejarah pasukan Negeri Jiran itu pun hanya bisa dilakukan dengan kebohongan.

Kapal Induk AS Mendadak Muncul di Lintas Timur Sumatera, Kapal Perang TNI AL Terus Bayangi, Ada Apa?

Lama Bungkam Akhirnya Terbongkar, Begini Sikap Jokowi Soal Konflik Laut China Selatan, Lawan China?

Seperti kita ketahui, pada periode 1963-1966, Indonesia dan Malaysia terlibat konfrontasi yang oleh Presiden Soekarno terkenal dengan istilah Ganyang Malaysia.

Presiden Soekarno sendiri merasa perlu melakukan aksi Ganyang Malaysia karena munculnya kabar tentang niatan Inggris untuk membentuk negara boneka di bawah Malaysia.

Indonesia sendiri tentu saja tidak hanya menghadapi Malaysia dalam operasi tersebut.

Maklum kerajaan Inggris yang menguasai Malaysia, juga turut menggerakan pasukannya termasuk dari dua negara persemakmuran yang berada di dekat Indonesia, yaitu Australia dan Selandia Baru.

Ilustrasi Marinir TNI AL menggunakan senapan sniper SPR-2 buatan PT Pindad
Ilustrasi Marinir TNI AL menggunakan senapan sniper SPR-2 buatan PT Pindad (net)
Halaman
1234
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved