Berita Batanghari
467 Warga Batanghari Daftar Haji, Kemenag: Soal Keberangkatan Masih Tunggu Keputusan
Walaupun masih pandemi Covid-19 warga yang mendaftar untuk ibadah haji tetap ramai, selama Januari 2021 ini tercatat ada 37 orang calon jemaah haji.
Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kantor Kemenag Batanghari selama 2020 sampai awal Januari 2021 terhitung 467 orang mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji.
Walaupun masih pandemi Covid-19 warga yang mendaftar untuk ibadah haji tetap ramai, selama Januari 2021 ini tercatat ada 37 orang calon jemaah haji.
Kantor Kemenag Batanghari pelayanan pendaftaran calon jemaah haji tetap berjalan normal.
• Semua Tersangka Kasus Habib Rizieq Akhirnya Ditahan, Termasuk Menantunya,Kecuali Dirut RS UMMI Bogor
• Cara Mencegah Sakit Ginjal - Cukup Minum Air, Jangan Terlalu Sering Minum Obat Warung
• Hanya Dua Wihara di Kota Jambi yang Dibuka untuk Ibadah Imlek 2572
Meskipun pelaksanaan ibadah haji 1441 H ditiadakan, serta belum ada kepastian apakah ibadah haji 1442 H dibuka atau tidak.
Kepala Seksi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kemenag Batanghari, Helmi mengatakan bagi yang mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji masa tunggunya 28 sampai 29 tahun ke depan.
“Tahun ini, kita masih menunggu dari pemerintah pusat tentang kebolehan keberangkat jemaah,” kata Helmi Selaku Kepala Seksi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Batanghari, Selasa (9/2/2021).
Menurutnya, ada tiga skema rencana awal keberangkatan jemaah untuk menunaikan ibadah haji.
Skema pertama, semua jemaah yang batal tahun kemarin, pada tahun ini diberangkatkan semua. Kedua, bisa setengah dari kuota awal dan ketiga, tidak sama sekali berangkat pada tahun ini lantaran masih mewabahnya Covid-19.
“Ada 198 jemaah yang tunda keberangkatan tahun kemarin, jika tahun ini pemerintah pusat membuka keberangkatan maka menggunakan dua skema tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Helmi mengungkapkan selama 2020 yang lalu, setidaknya ada 43 orang melakukan pembatalan sebagai calon jemaah haji.
“Banyak faktor penyebab dibatalkannya, faktor utama memang ada yang meninggal dunia dan masalah ekonomi,” tambahnya.
Lanjut, Helmi mengimbau kepada para jemaah tetap bersabar pihaknya bersama-sama berusaha dalam mengatasi pandemi Covid-19.
“Kita semua berharap semua calon jemaah haji berangkat secara normal,” pungkasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kemenag-kabupaten-batanghari-helmi.jpg)