Vaksinasi di Bungo

Beberapa Forkopimda di Bungo Batal Divaksin, AKBP M Lutfi Salah Satunya, Pernah Positif Covid-19

Pemerintah Kabupaten Bungo telah meluncurkan Vaksin Covid-19 dengan Bupati Bungo, Mashuri sebagai penerima pertama.

Tribunjambi/darwin
Proses vaksinasi di Bungo. 

Safaruddin kembali mengingatkan agar masyarakat tidak meragukan vaksin sinovac tersebut dengan menegaskan bahwa vaksin tersebut aman dan halal. Hal demikian juga diminta kepada tenaga kesehatan untuk saling mendukung dan memberi semangat guna memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bungo.

"Pada prinsipnya Vaksin Covid-19 Sinovac aman, halal dan mari kita sama sama antusias untuk mendapatkan vaksin secara bersama," katanya.

Sementara yang tertunda tersebut, Safaruddin menegaskan akan dijadwalkan kembali sembari calon penerima melakukan pemulihan kesehatan masing masing.

Sementara itu Bupati Bungo, Mashuri menyebutkan setiap orang merasakan berbeda selepas dilakukannya penyuntikan. Namun dia merasa tidak ada yang berbeda pasca disuntik.

"Biasa biasa saja, sampai saat ini Alhamdulillah baik baik saja," ujarnya.

Mashuri mengajak seluruh masyarakat agar tidak percaya begitu saja terkait informasi bohong yang disebarkan terkait vaksin tersebut.

"Mungkin selama ini ada yang beranggapan bahwa vaksin ini membahayakan, berita berita yang tidak bertanggung jawab, berita hoaks, kami mohon kepada masyarakat jangan tertawa isu yang seperti itu," katanya

Menurutnya, vaksinasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 selain menerapkan 3M.

(3M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) ini lah kebiasaan baru yang harus kita lakukan," katanya.

Setelah penyuntikan pidana itu, mereka akan divaksin tahap kedua pada 14 hari kedepan. Dan berharap dapat mencegah transmisi dan menekan angka Covid-19 di Kabupaten Bungo. 9

Untuk diketahui, dosis vaksin yang diperuntukan bagi Kabupaten Bungo sebanyak 4360 dosis, diantaranya untuk 2168 tenaga kesehatan. Sedangkan yang menjadi prioritas sasaran yakni tenaga kesehatan, masyarakat rentan tertular covid-19, dan masyarakat umum. Dengan total sebanyak 38647 orang.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved