Breaking News:

Situasi di Myanmar Berubah Mencekam, Begini Kondisinya Setelah Sehari Pemerintahan Dikuasai Militer

Aung San Suu Kyi bersama sejumlah tokoh senior Partai National League for Democracy (NLD) ditangkap dalam sebuah penggerebekan, Senin (1/2/2021).

Editor: Teguh Suprayitno
@myanmar.tatmadaw
Bukan Kudeta, Militer Myanmar Nyatakan Sedang Menyelamatkan Negara 

Kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan sedikitnya 45 orang telah ditahan.

Menteri dicopot

Mengkonsolidasikan kudeta, junta mencopot 24 menteri dan menunjuk 11 orang pengganti untuk mengawasi kementerian termasuk keuangan, pertahanan, urusan luar negeri dan dalam negeri.

Reuters memberitakan, bank di Myanmar mengatakan mereka akan membuka kembali pada hari Selasa setelah menangguhkan layanan pada hari Senin di tengah adanya aksi panik masyarakat untuk menarik uang tunai.

Penduduk Yangon bergegas menimbun persediaan pangan, sementara perusahaan asing dari raksasa ritel Jepang Aeon hingga perusahaan perdagangan Korea Selatan POSCO International dan Telenor Norwegia mencoba menghubungi staf di Myanmar dan menilai kekacauan tersebut.

Kemenangan Suu Kyi menyusul sekitar 15 tahun tahanan rumah antara 1989 dan 2010 dan perjuangan panjang melawan militer, yang telah merebut kekuasaan dalam kudeta 1962 dan membasmi semua perbedaan pendapat selama beberapa dekade sampai partainya berkuasa pada 2015.

Posisi internasionalnya sebagai ikon hak asasi manusia rusak parah setelah dia gagal menghentikan pengusiran ratusan ribu Rohingya pada tahun 2017 dan membela militer dari tuduhan genosida.

Tapi dia tetap sangat populer di negaranya dan dihormati sebagai putri pahlawan kemerdekaan Myanmar, Aung San.

Sayap patah

Kudeta itu terjadi setelah ketegangan berhari-hari antara pemerintah sipil dan militer.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved