Liputan Khusus
Sejumlah Stadion di Jambi, Dibangun Bagus Tapi Kurang Perawatan
Kondisi yang lebih mengenaskan tampak pada Stadion Serunai Baru Bungo. Kondisinya jauh dari kata terawat.
Selain beberapa permukaan bergelombang, diungkapkan oleh Husaini bahwa pipa saluran air di bawah lapangan sudah banyak yang buntu. Kemudian tanah lapangan juga sudah turun dan kata Husaini perlu ditinggikan lagi sekitar 30 centimeter.
baca juga Berita Jambi lainnya di sini:
Baca juga: M Fadhil Arief Bicara Gebrakan Baru, Tawarkan 36 Program untuk Kemajuan Batanghari
Baca juga: VIDEO Tebing Sungai Batanghari Longsor, Satu Tempat Ibadah di Tebo Ilir Nyaris Ambruk
Baca juga: Terungkap Alasan Permadi Arya Pakai Nama Abu Janda, Terinsipirasi Nama Teroris ISIS Asal Malang
Baca juga: Harga Rokok Februari 2021, Harga per Batang Capai Rp 935 dari Harga Awal Rp 500-an
Kondisi yang lebih mengenaskan tampak pada Stadion Serunai Baru Bungo. Kondisinya jauh dari kata terawat. Pantauan Tribun, sarana yang terdapat di stadion tersebut tidak memadai dan sudah selayaknya dibenahi.
Besi kursi bench team misalnya. Selain berkarat, rapuh bahkan ada yang tidak utuh. Sementara di sisi lapangan, rumput ilalang menjulang setinggi 40 sentimeter. Lapangan sepak bola pun bergembolang. Saat hujan tiba, lapangan yang lembek itu tampak tergenang.
Sementara tribun penonton masih tampak kokoh meski di beberapa sisi cat mulai terkelupas.
Prasetyo selaku Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bungo mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak pada aktivitas di Stadion Serunai Baru tersebut.
Sehingga, kata dia, kita belum mendapatkan anggaran pengembangan stadion tersebut.
Sepanjang tahun 2020, dia mengakui tidak ada perbaikan yang dilakukan terhadap stadion tersebut. S
ehingga dia berharap ada pihak ketiga yang menyewa lapangan yang berada di Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah tersebut.
"Untuk pengembangan di tahun 2021 terhadap GOR memang belum dilaksanakan mengingat (APBD) terkait anggaran," ungkapnya.
Setali tiga uang, Stadion KONI Batanghari bahkan terakhir kali direhab pada 2012. “Setelah itu paling adanya perawatan skala kecil,” kata Ketua Umum KONI Kabupaten Batanghari, Arzanil pekan lalu.
Ia bilang stadion dengan luas 48.438 meter persegi itu merupakan kewenangan Disporapar.
“Kita hanya lakukan pemeliharaan yang kecil saja, pemotongan rumput, kalau ada yang bocor diperbaiki itu bisa pakai biaya KONI. Kalau skala besar bukan kita,” kata Arzanil, Sabtu.
Ia mengakui seharusnya stadion dipelihara secara rutin. Dan itu, kaya dia, memang diperlukan Stadion KONI Batanghari. “Hanya saja instansi terkait tidak pula menganggarkan,” bebernya.
Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Batanghari, KM Isa mengatakan pada tahun 2020 ke bawah dana hibah diberikan melalui Badan Keuangan Daerah, bukan langsung ke pihaknya. “Tahun ini barulah dana hibah itu sudah dikembalikan lagi ke Disporapar,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/stadion-serunai-baru-bungo-tak-terawat.jpg)