Berita Kota Jambi
Cerita Mujito Siap Terima Vaksin Kedua di Kota Jambi, Terasa Lapar dan Pegal Usai Suntikan Pertama
Mujito, tokoh agama Katolik di Kota Jambi siap terima suntikan vaksin Covid-19 kedua.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rahimin
Cerita Mujito Siap Terima Vaksin Tahap Kedua di Kota Jambi, Terasa Lapar dan Pegal Usai Suntikan Pertama
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rara Khushshoh Azzahro
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mujito, tokoh agama Katolik di Kota Jambi siap terima suntikan vaksin Covid-19 kedua. Ia merasa lapar dan pegal usai suntikan vaksin pertama.
Namun, rasa lapar hanya candaan semata, lantaran menunda makan sebelum penyuntikan.
"Saya suntik vaksin Covid-19 tahap dua itu Senin (1/2/2021)," kata Mujito, tokoh agama Katolik, Minggu (31/01/2021) saat bercerita pada Tribunjambi.com melalui telepon.
Baca juga: BREAKING NEWS Haji Udin, Anggota DPRD Tanjab Barat Meninggal Dunia, Karena Terpapar Covid-19
Baca juga: Ternyata Kucing Tidak Boleh Makan Nasi, Ini Alasannya, Berbahaya Untuk Kesehatan?
Baca juga: Waspada Peredaran Masker Wajah Palsu, Begini Cara Membedakan dengan yang Asli, Jangan Tertipu
Mujito sempat menjadi 17 orang pertama disuntik vaksin, pada pencanangan sekaligus penyuntikan vaksin pertama bersama Pemerintah Kota Jambi di Mako Damkar, Kamis (14/1/2021).
Saat itu, Mujito sempat diwawancarai oleh Tribunjambi.com. Ia termasuk satu di antara orang yang tertunda jadwal penyuntikan vaksinnya.
Saat jadwal vaksinasi pertama beberapa kali ia melalui cek tensi, namun tensi masih saja tinggi.
Sehingga, seharusnya 14 Januari, mundur menjadi 18 Januari. Karena ia divaksin pada hari yang berbeda, sehingga penyuntikan vaksin dilakukan di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi.

"Saya memang tinggal di Mayang, cuma saya ngajar di SD Xaverius II Jambi. Jadi suntiknya supaya dekat dengan sekolahnya," lanjutnya.
Awal akan disuntik kembali pada Senin (18/1/2021), ia melakukan tensi di sekolah terlebih dahulu. Setelah keluar lah angka 138, ia menuju Puskesmas Simpang Kawat.
"Lalu saya sampai di Puskesmas, naik tangga dan ditensi 160. Kemudian saya istirahat sekitar 15 menit, dan ditensi lagi normal 134/70," sebutnya.
Baca juga: Kok Bisa Pulau Lantigiang di Sulawesi Dijual? Ternyata Ini Sosok Pembelinya, DP Rp 10 Juta
Baca juga: Bunga Hitam Eksotis untuk Kebun Rumah, Ada Bunga Kelelawar Hitam
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini Aldebaran Mau Menyerah Mendapatkan Andin, Mama Rosa: Perjuangkan Dia
Pada keadaan normal, tensi diulang kembali hingga sebanyak tiga kali. Saat kali ketiga tensi dinyatakan normal, barulah dilakukan penyuntikan.
Mujito disuntik vaksin pada pukul 12.40 WIB, lalu beristirahat selama 30 menit.
"Saya ditanya ada gejala, saya jawab tidak pak. Pusing juga tidak. Lalu ditanya apa yang dirasakan, sakit perut, karena belum makan. Lalu ketawa dokternya," candanya.