Breaking News:

Berita Sarolangun

Dinas Bantah Lahan Sawah di Sarolangun Berubah Jadi Kebun Sawit, Ini Penjelasannya

Ia menyatakan, bahwa masyarakat melakukan penanaman sawit di perkebunan karet ataupun lahan yang belum produktif alis lahan semak belukar.

Dinas Bantah Lahan Sawah di Sarolangun Berubah Jadi Kebun Sawit, Ini Penjelasannya
Rifani halim
Sawah di Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Luas pertanian pangan sawah di kabupaten Sarolangun nyatanya tak berubah atau alih fungsi ke perkebunan sawit maupun lianya.

Kabid tanaman pangan melalui kasi lahan irigasi mengatakan, sampai saat ini pertanian pangan seperti sawah tidak beralih fungsi.

Namun hal itu pernah terjadi pada 10 tahun yang lalu di daerah kecamatan singkut.

"Dulu ada 10 tahun lalu perubahan dari sawah ke sawit sekitar sembilan hektar," ungkap Sopian, (25/1/2021).

Ia menyatakan, bahwa masyarakat melakukan penanaman sawit di perkebunan karet ataupun lahan yang belum produktif alis lahan semak belukar.

Luas lahan pertanian pangan di kabupaten Sarolangun saat ini mencapai 5300 hektar menurut data dari dinas tanaman pangan holtikultura dan perkembunan Sarolangun.

Dinas TPHP melalui kasi lahan irigasi Sarolangun, Sopian mengatakan, dari 5300 lahan itu terdiri dari lahan pertanian irigasi, non irigasi dan tegalan.

"4757,45 hektar jumlah di lahan pertanian pangan warga, 98 hektar di wilayah kawasan, contohnya di dalam HGU. 148 hektar nya lagi di spot - spot terpecah, tidak satu hamparan, di beberapa tempat ada di kecamatan Pelawan, totalnya 5300 hektar," ungkapnya.

Menurut data dinas TPHP Sarolangun, singkut sangat sedikit memiliki kawasan sawah, hanya memiliki 9.44 hektar saja dari jumlah keseluruhan jenis sawah.

Sedangkan daerah yang terluas memiliki lahan sawah yaitu di kecamatan Batang Asai yakni 985.08 herktar sawah irigasi namun tidak miliki sawah non irigasi, sedangkan luas lahan tegalan 9.92 hektar.

Baca juga: VIDEO Polri Berhasil Endus Pemilik Akun Facebook Rasis, Natalius Pigai Jadi Korbannya

Baca juga: Belanja di Warung Nekat Bawa parang, Belanja Rp 350 Ribu Cuma Bayar Rp 50 Ribu, Ngaku Preman

Baca juga: Anies Bswedan Beri Tunjangan Lurah Rp 27 Juta per Bulan Ditambah Gaji Pokok, Ini Tujuannya!

Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved