Mendadak TGB Singgung Warga Tionghoa, Pastor hingga Pecalang Hindu yang Ramai di NTB, Ada Apa?
Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menyinggung banyaknya warga Tionghoa, umat Nasrani dan Hindu saat ia menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat, ada apa?
TGB Singgung Mereka Yang Tak Punya Otoritas Tapi Bicara Atas Nama Agama Islam, Siapa?
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengimbau masyarakat menjaga keutuhan umat dengan tidak membiarkan siapapun berteriak destruktif yang dapat memecah belah umat.
Baca juga: Bocah 9 Tahun bikin Umat Islam Menangis, Ini yang Dilakukan hingga Tuai Pujian, Ibu : Masyaallah
Baca juga: Nasib Ribka Tjiptaning Diujung Tanduk Setelah Petinggi PDIP Marah, Sesumbar Tolak Vaksinasi Covid-19
Hal itu disampaikan TGB dalam sambutannya pada Konferensi Internasional Moderasi Islam dengan tema Moderasi Islam dalam Persfektif Ahlussunnah Wal Jama'ah yang digelar di Masjid Habbul Wathan Islamic Center, Jumat (27/7/2018) hingga Sabtu (28/7/2018).
"Jangan kita biarkan orang-orang yang tidak memiliki otoritas yang memadai untuk bicara tentang Islam, berteriak di mana-mana mengatasnamakan Islam," ujarnya.
"Mari kita suarakan suara Al Azhar. Mari kita suarakan ahlussunnah wal jama'ah. Karena dengan suara itu, keutuhan kita sebagai bangsa dan sebagai umat akan terjaga,” jelasnya disambut tepuk tangan peserta konferensi.
Sejumlah ulama ternama dari berbagai negara yang merupakan alumni Al Azhar menghadiri konferensi internasional itu.
Mereka di antaranya mantan rektor Universitas Al Azhar Prof Dr Ibrahim Hud Hud, Imam Besar Masjid Syaikh Abdul Qodir Jaelani Baghdad Irak Dr Anas Mahmud Kholaf dan Dosen Ushul Fiqh & Alumni Al Azhar Al Syarif asal Suriah Dr Muhammad Darwis.
TGB yang juga gubernur NTB juga menyoroti kondisi sejumlah negara Islam, termasuk di Suriah dan Irak.
Menurutnya, negara-negara itu terus berkonflik karena hilangnya moderasi Islam yang digantikan oleh pandangan-pandangan ekstrem.
Hal itu kemudian menyebabkan terbelahnya umat Islam.
“Kita mendengar ada seruan seruan jihad di Suriah. Apa buah dari seruan-seruan itu? Buahnya hanya satu, kehancuran peradaban yang dibangun dari satu pondasi ke pondasi lainnya...seketika bangunan peradaban yang kokoh itu hancur lebur, karena permusuhan, kebencian dan peperangan, pelajaran yang sangat mahal," TGB.

Sebelumnya, Ibrahim Hud Hud dalam sambutannya mengatakan, Al Azhar mencetak pelajar yang mampu menghargai perbedaan dan mengusung moderasi Islam.
“Maka Al Azhar dari sejak pendidikan dasar membangun pendidikannya berdasarkan tiga pondas. Iilmu yang berkenaan dengan Al Quran dan Hadist, ilmu agama dan keduaniaan, sehingga alumni-almuni Al Azhar tidak akan pernah menjadikan ilmu agamanya berseberangan dan bertentangan dengan dunia dan akal sehat," katanya dalam bahasa Arab.
Hud Hud juga yakin bahwa Al Azhar tidak hanya mencetak para ahli di bidangnya, tetapi juga mereka memahami ilmu agama yang baik.
“Seperti dokter lukusan Al Azhar. Mereka tidak hanya sebagai dokter, tetapi dokter yang memahami ilmu agama," katanya.