Mendadak TGB Singgung Warga Tionghoa, Pastor hingga Pecalang Hindu yang Ramai di NTB, Ada Apa?

Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menyinggung banyaknya warga Tionghoa, umat Nasrani dan Hindu saat ia menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat, ada apa?

Editor: Teguh Suprayitno
Tribunnews/JEPRIMA
Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mendadak bicara soal Tionghoa, Pastor dan umat Hindu, ada apa di NTB? 

Untuk menunjukkan moderasi Islam, pada zaman dahulu, Al Azhar mendatangkan para dosen dari bangsa Yahudi.

Mereka mengajarkan ilmu filsafat dan kedokteran, karena mereka pakar dalam bidang itu.

Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki konsep menghargai perbedaan dan memiliki wawasan yang luas, Hud Hud mengatakan para mahasiswa Al Azhar diajarkan 4 mazhab Fiqih, yaitu mazhab Syafi’i, Maliki, Hanafi dan mazhab Imam Ahmad Bin Hambali.

“Itu kemudian yang melatih lulusan Al Azhar bisa menghargai perbedaan dan saling menghargai,” tandasnya.

Menurut rencana, Minggu (29/7/2018), peserta konferensi akan menghadiri HUT Nahdlatul Wathan (NW) Pancor.

TGB Soroti Sulitnya UMKM Nikmati Akses Pembiayaan Lembaga Keuangan: Mereka Butuh Modal

Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi menyoroti sulitnya UMKM menikmati fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan.

Ia pun angkat bicara dengan UU Cipta kerja.

Pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja khususnya klaster yang mengatur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satu apresiasi itu datang dari petinggi Ormas Islam Nahdlatul Wathan, Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

TGB menilai pembahasan RUU Cipta Kerja merupakan sebuah upaya pemerintah dan DPR mempertahankan pertumbuhan ekonomi juga sekaligus meningkatkan investasi.

"Untuk bagian yang menyangkut fasilitasi UMKM itu, saya melihat sudah ada secara eksplisit tentang kemudahan regulasi. Jadi, UMKM mendapatkan kemudahan dalam starting up atau memulai usaha," kata TGB, Selasa (23/6/2020).

TGB menggarisbawahi hal yang perlu diperhatikan dalam fasilitasi UMKM, yaitu akses permodalan.

Menurutnya, akses permodalan bagi UMKM adalah kunci dari fasilitasi.

Sebab, dia melihat sampai saat ini masih banyak persyaratan yang menyulitkan UMKM mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, seperti perbankan.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved