Berikut Adalah Doa Bangun Tidur yang Bisa Diaplikasin Sehari Hari, dan Tips Agar Tidur Nyenyak
Terdapat sejumlah alternatif doa dan dzikir yang bisa dibaca oleh seorang Muslim setiap kali bangun tidur.
TRIBUNJAMBI.COM - Terdapat sejumlah alternatif doa dan dzikir yang bisa dibaca oleh seorang Muslim setiap kali bangun tidur.
Ada beberapa alternatif doa bangun tidur yang bisa diaplikasin sehari hari.
Pertama lafaz doa bangun tidur yang berbunyi :
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Latin: “Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur”
Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan]. (HR. Bukhari no. 6325)
Atau bisa pula membaca dzikir berikut untuk menjaddi doa bangun tidur di pagi hari:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ
Artinya: “Alhamdullillahilladzi afaaniy fii jasadiy, wa rodda alayya ruhiy, wa adzina lii bi dzikrih” [artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.
Lafaz doa bangun tidur ini sesuai dengan keterangan dalam hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadist riwayat Tirmidzi no. 3401.
Pada bacaan doa bangun tidur pertama, dijelaskan bahwa Imam Bukhari rahimahullah memasukkan hadits di atas dalam judul bab “bacaan yang diucapkan di pagi hari”.
Ini berarti -kata Ibnu Batthol- bahwa dzikir yang diucapkan ketika pagi hari ini menjadi pembuka amalan.
Dan menunjukkan bahwa dari pagi hari kita sudah memulai dengan berdzikir pada Allah sebagaimana pula saat hendak tidur ditutup pula dengan amalan dzikir pada Allah.
Berarti pembuka catatan amalan kita adalah dzikir, penutupnya pun dzikir. Lalu diharapkan antara pembuka dan penutup tersebut ada pengampunan dosa.
Sementara itu, Imam Nawawi rahimahullah sendiri menerangkan bahwa maksud kalimat ‘kami dimatikan’ adalah tidur.