Nasib Ribka Tjiptaning Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Digeser dari Komisi IX DPR, Ini Biodatanya
Setelah pernyataannya viral, Ribka Tjibtaning sempat dimarahi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Yakni pabrik 'Raja Paku Solo. Pabrik tenun Krido Kawotjo Karanganyar, Pabril Dasa Sila Semarang, Pabrik tenun Gandes Solo dan Pabrik roti Luwes, Solo.
Di bukunya berjudul 'Aku Bangga Jadi Anak PKI', Ribka menuturkan, saat itu keluarganya memiliki 5 mobil mewah.
Pada saat itu hanya 2 orang yang memiliki Mercedes yakni sang ayah dan Gusti Putri Kraton Mangkunegaran.
Meskipun orangtuanya sangat kaya, akan tetapi hidupnya sangat sederhana.
Peristiwa Gerakan 30 September 1965 telah mengubah jalan hidup keluarga yang sangat dicintainya.
Tjiptaning yang masih duduk di TK harus menyaksikan awal-awal kejatuhan keluarganya, di mana Ayah yang dikaguminya tidak pernah lagi pulang ke rumah, sedangkan Ibu yang disayanginya dibawa oleh tentara.
Baca juga: Nasib Anggota DPR Ribka Tjiptaning setelah Tolak Divaksin Sinovac, Dosen Makassar Tantang Debat
Menolak Divaksinasi
Penolakan Ribka itu karena tidak ada pihak yang dapat memastikan keamanan vaksin Covid-19 asal perusahaan China, Sinovac.
Bahkan Ribka rela membayar jika ada sanksi.
"Kalau persoalan vaksin, saya tetap tidak mau divaksin, mau pun sampai yang 63 tahun bisa divaksin. Saya sudah 63 nih, mau semua usia boleh tetap (saya tolak)," mengutip Tribunnews.com.
"Misalnya saya hidup di DKI, semua anak cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta mending saya bayar, saya jual mobil kek," kata Ribka di Ruang Rapat Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta.
"Bagaimana orang Bio Farma juga masih bilang belum uji klinis ketiga dan lain-lain," lanjutnya.
Ribka kemudian membandingkan vaksin Covid-19 dengan vaksin untuk penyakit lain yang sudah ada di Indonesia sebelumnya.
Dia mendesak pemerintah untuk tidak bermain-main masalah vaksin.
"Ini pengalaman saya saudara menteri (Budi Gunadi Sadikin) vaksin polio untuk antipolio malah lumpuh di Sukabumi, terus anti kaki gajah di Majalaya mati 12 karena di India ditolak, dia di Afrika ditolak."