Bikin Konten Lempar Kucing dari Atas Tebing, Pria Ini Langsung Jadi Buronan Para Pecinta Hewan

Tapi belakangan, ada banyak orang yang ingin melakukan aksi gila dan berbahaya, demi mendapat popularitas di platform online.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
ist
Ilustrasi Kucing Tidur 

TRIBUNJAMBI.COM - Seiring dengan perkembangannya, sosial media kini tak hanya sekadar hiburan, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan uang dan popularitas.

Tapi belakangan, ada banyak orang yang ingin melakukan aksi gila dan berbahaya, demi mendapat popularitas di platform online.

Dan yang lebih berbahaya adalah mereka sampai rela mencelakai kehidupan orang lain demi semua itu.

Melansir World of Buzz, baru-baru ini, Asosiasi Hewan Malaysia, menyoroti aksi tak terpuji dari seorang pria yang melempar kucing dari atas bukit ke bawah, hanya demi konten dan hiburan di media sosial.

Baca juga: TNI Buka Penerimaan Calon Perwira Prajurit Karier Ini Syarat, Prosedur Pendaftarannya, Cara Daftar

Baca juga: Masih Kurang, Dari 1.700, Baru 224 Orang Nakes Muarojambi Sudah Divaksin.

Mereka pun mencari keberadaan anak laki-laki itu.

Lewat postingan Facebooknya Asosiasi Hewan Malaysia (MAA) mengecam keras aksi pria itu.

"Kelakuan seorang pemuda melempar kucing dari ketinggian, terjadi lagi. Menurut informasi, ini dilakukannya cuma untuk kesenangan," isi postingan itu.

Baca juga: Betapa Kagetnya Pelanggan PLN Ini Ketika Tagihan Listriknya Menjadi Rp 68 Juta, Biasanya Rp 500 Ribu

Dari informasi yang didapatkan MAA percaya bahwa insiden itu terjadi di Malaysia setelah melihat mobil Perodua Myvi di latar kejadian.

Mereka juga menduga insiden ini terjadi di dekat area persawahan di Sarawak.

Pihak MAA juga meminta pada warga untuk segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan pelaku dalam video.

"Melempar kucing, bahkan untuk kesenangan sekalipun, adalah tindakan kriminal pada hewan. Itu bisa mencelakai dan menyebabkan kematian pada kucing, seperti yang dituliskan dalam Undang-undang Kesejahteraan Hewan tahun 2015," tulis mereka.

"Masyarakat juga diingatkan tidak memakai hewan sebagai alat untuk membuat konten hiburan, seperti TikTok dan lainnya. Karena itu berbahaya." (sal/tribun-medan.com)

SUMBER: Tribun Medan

Baca juga: Di Hadapan Majelis, Ketua BPD Penapalan Akui Tak Lakukan Rapat Hasil Pilkades

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved