Pemilihan Kapolri Kacau, Pengamat Sebut Komjen Listyo Pilihan Jokowi Tak Punya Rekam Jejak Istimewa
Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal yang diusulkan Presiden Joko Widodo untuk jadi Kapolri, menggantikan Jenderal Idham Aziz.
Menurutnya, kapolri terpilih perlu membangun sistem kepolisian yang transparan dan akuntabel, baik dalam pengamanan terhadap masyarakat, serta di internal.
“Bentuk konkretnya adalah bagaimana Kapolri terpilih bisa membangun partispasi aktif masyarakat dalam mengawasi kerja kepolisian,” kata Bambang.
Baca juga: Situasi di Dili Berubah Jadi Bahaya, Anak-anak Menangis Kelaparan, Timor Leste Diambang Kebangkrutan
Baca juga: Setiap Hari Marah Sejak Jadi Mensos, Tensi Darah Risma Naik Sampai 170 Pulang Kepala Saya Panas!
Perlu diketahui bahwa penunjukkan calon kapolri merupakan hak prerogatif seorang presiden.
Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan, ada sejumlah faktor yang dipertimbangkan Presiden Jokowi sebelum mengusulkan Listyo sebagai pengganti Jenderal (Pol) Idham Azis.
"Ya tentu saja semua persyaratan formal dipenuhi. Selain itu tentu saja faktor integritas, kompetensi, profesionalitas," kata Donny kepada Kompas.com, Rabu (13/1/2021).
Selain faktor tersebut, kata Donny, Jokowi juga mempertimbangkan kemampuan calon Kapolri untuk bersinergi dengan para pemangku kepentingan, baik di internal maupun maupun eksternal pemerintahan.
Selanjutnya, sesuai peraturan perundang-undangan, Listyo akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III, sebelum DPR memberikan persetujuan atas nama calon yang diajukan Presiden.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot..."