Sriwijaya Air Jatuh

Cerita Haru Ajie Panangian Pencari Korban Sriwijaya SJ182, Pernah Temukan Uang Rp 30 M di Dasar Laut

Makmur Ajie Panangian terpanggil saat mendengar kabar pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh.

Editor: Rahimin
ist
Relawan penyelam untuk evakuasi korban pesawat Sriwijaya Makmur Ajie Panangian. Cerita Haru Ajie Panangian Pencari Korban Sriwijaya SJ182, Pernah Temukan Uang Rp 30 M di Dasar Laut 

Bukan saja meninggalkan anak dan istri di Makassar, di Pulau Sulawesi, Ajie juga merogoh uang pribadinya untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.

Ia mengaku mengeluarkan dana pribadi untuk biaya keberangkatan menunaikan tugas, seperti biaya membeli tiket pesawat terbang.

"Kami biaya sendiri. Karena kami di POSSI memang relawan yang tidak membutuhkan menunggu proposal misalnya. Enggak. Memang ini sudah panggilan, meskipun tidak sedikit biayanya," kata Ajie dia.

Baca juga: Bertarif Rp 1,5 Juta, Pria Gresik Ini Tawarkan Istri untuk Bercinta Bertiga atau Berempat

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 13 Januari 2021, Leo Emosional Pisces Promosi dan Naik Gaji

Baca juga: Benarkah Rizieq Shihab Positif Covid-19 saat Tes Swab di RS Ummi? Ini yang Membuat Jadi Tersangka?

Uang tabungan yang dia kumpulkan sebagai pekerja selam komersial, tak sedikit dipakai untuk akomodasi dan transportasi selama berhari-hari menjadi relawan SAR.

"Intinya kami bergabung di POSSI, kita ini ada dari berbagai wilayah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke bisa kumpul dalam satu visi dan misi berbentuk kemanusiaan," kata Ajie.

Hingga hari keempat pascamusibah, Selasa (12/1/2020) Ajie belum menyelam. Ia akan menyelam ke perairan Kepulauan Seribu hari ini, Rabu (13/1/2021).

Bersama dengan lima dari total 17 penyelam POSSI, ia baru akan ditugaskan menyelam.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) indetifikasi korban hasil pencarian TIM SAR di JICT, Tanjungpriuk, Jakarta Utara, Senin (11/1/2021).Total, Sejumlah korban meninggal dan 53 properti berupa pakaian korban, serpihan maupun pelampung milik pesawat SJ-182 berhasil ditemukan. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) (WARTAKOTA/Henry Lopulalan)
Tim Disaster Victim Identification (DVI) indetifikasi korban hasil pencarian TIM SAR di JICT, Tanjungpriuk, Jakarta Utara, Senin (11/1/2021).Total, Sejumlah korban meninggal dan 53 properti berupa pakaian korban, serpihan maupun pelampung milik pesawat SJ-182 berhasil ditemukan. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) (ist)

Persiapan fisik dan mental sudah dilakukan Ajie,tidak saja menekati waktu berangkat ke perairan Kepulauan Seribu untuk evakuasi Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sore.

Ia latihan berkala, di berbagai daerah, dalam waktu lama.

Pesawat tersebut hilang kontak dengan menara pengawas terjadi pada Sabtu sore, pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Pesawat tersebut diawaki 12 orang . Adapun rincian penumpang dalam penerbangan SJ-182 berjumalh 50 orang, adalah 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak sebagai penumpang.

Baca juga: Pertemuan Tak Terduga Gisel dan Raffi Ahmad di Studio Ahmad Dhani, Sempat Lihat Kamar Ganti

Baca juga: Saat Kenal Gisel, MYD Bekerja Kru TV Namun Profesi Nobu Sekarang Mentereng

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Rabu 13 Januari 2021 - Kebohongan Al dan Elsa Terbongkar? Andin Bertahan?

Punya pengalaman sebagai penyelam selama 12 tahun menyisakan berbagai cerita tersendiri yang masih membekas di benak Makmur Ajie Panangian.

Amankan Uang Rp 30 Miliar dari Dasar Laut

Penyelam yang tergabung dalam relawan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) tersebut pernah dilibatkan dalam sejumlah misi SAR.

Sebut misalnya, dalam kasus Kapal feri KM Lestari Maju yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, tenggelam, Selasa (3/7/2018) siang.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved