Selain Pandemi Covid-19, Benarkah Bumi Berputar Lebih Cepat di Tahun 2020? Ternyata Begini

Selain membawa dampak signifikan terhadap pola hidup manusia, Bumi juga berputar lebih cepat di tahun 2020.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Bobo Online
Ilustrasi Bulan dan Bumi 

"Sangat mungkin bahwa lompatan negatif kedua akan dibutuhkan, jika laju rotasi Bumi semakin meningkat. Tetapi, itu masih tertalu dini untuk mengatakan apakah hal ini mungkin terjadi," kata Fisikawan, Peter Whibberley dari National Physics Laboratory di Inggris kepada The Telegraph.

"Ada juga diskusi internasional yang sedang berlangsung tentang masa depan detik kabisat, dan mungkin juga kebutuhan akan detik kabisat negatif dapat mendorong keputusan untuk mengakhiri detik kabisat untuk selamanya," lanjutnya.

Tahun 2020 sudah lebih cepat dari biasanya secara astronomis.

Menurut Time and Date, Bumi memecahkan rekor sebelumnya untuk hari astronomi terpendek yang ditetapkan pada 2005 yakni 28 kali.

Hari terpendek tahun itu pada 5 Juli, di mana Bumi menyelesaikan rotasi 1,0516 milidetik lebih cepat.

Sedangkan hari terpendek di tahun 2020 adalah 19 Juli, ketika Bumi menyelesaikan satu putaran 1,4602 milidetik lebih cepat.

Menurut NIST, detik kabisat memiliki pro dan kontra.

Detik Kabisat ini berguna untuk memastikan bahwa pengamatan astronomi disinkronkan dengan waktu jam, tetapi dapat merepotkan beberapa aplikasi pencatatan data dan infrastruktur telekomunikasi.

Beberapa ilmuwan di International Telecommunication Union telah menyarankan agar jarak antara waktu astronomi dan waktu atom melebar hingga 'jam kabisat' diperlukan.

Ini dapat meminimalkan gangguan pada telekomunikasi.

Baca juga: Banyak BUMDes di Tanjab Timur Mati Suri Bahkan Tidak Aktif, Ini Alasannya

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved