Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Banyak BUMDes di Tanjab Timur Mati Suri Bahkan Tidak Aktif, Ini Alasannya

73 Desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tercatat hanya 51 Desa yang tercatat aktif memiliki badan usaha milik desa

tribunjambi/abdullah usman
Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa PMD, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Berlian. Banyak Bumdes di Tanjab Timur Mati Suri Bahkan Tidak Aktif, Ini Alasannya 

Banyak Bumdes di Tanjab Timur Mati Suri Bahkan Tidak Aktif, Ini Alasannya

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dari total 73 Desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tercatat hanya 51 Desa yang tercatat aktif memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). 

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa PMD, Kabupaten Tanjung Jabung Timur Berlian.

ia mengatakan, hampir semua desa di Tanjab Timur dikatakan memiliki bumdes, hanya saja beberapa diantaranya ada yang belum aktif.

Baca juga: Promo Indomaret Hari Ini 8-15 Januari 2021, Promo Shampo Minyak Gula Susu Beras Sabun Popok Bumbu

Baca juga: Tutorial 10 Menit untuk Mengecilkan Perut Buncit, Bye Bye Perut Bergelambir!

Baca juga: Aksi Risma Blusukan Dituding Settingan Belaka, Tunawisma Ini Jadi Sorotan dengan Foto Viralnya

" Dari total 73 desa di tanjabtim baru 51 Bumdes yang benar benar aktif sementara 22 lagi tidak aktif," ujar Berlian, Jumat (8/1/2021).

Katanya, itu terutama untuk bumdes yang berada di wilayah yang terbilang ujung. Seperti di Kecamatan Sadu Desa Sungai Benuh dan labuan pering. 

"Alasan bumdes tersebut belum ada atau tidak aktif salah satunya karena belum terbukanya mata masyarakat untuk membuat sebuah produk unggulan di desanya, meski untuk potensi sebenarnya cukup banyak," ujarnya.

Selain itu, faktor geografis juga cukup mempengaruhi bagi masyarakat untuk dapat membentuk badan usaha disana. Meski di sana terdapat pantai cemara yang berpotensi wisata yang mungkin dapat menjadi opsi bagi masyarakat.

"Terkait aktif tidaknya itu perlu kajian lagi, bisa saja mereka tidak aktif tapi  mandek karena beberapa hal. Jadi tidak maksimal," jelasnya. 

"Salah satu faktornya terkendalanya bisa jadi karena pandemi, dan jadi vakum," sambungnya.

Baca juga: Program Vaksinasi, Kepala Dinkes Minta Masyarakat Batanghari Lihat Sumber Resmi Untuk Informasi

Baca juga: Roy Marten Menghela Nafas Ketika Disingguh Soal Gisel dan Nobu, Pakar Mikro Ekspresi: Nahan Sesuatu

Baca juga: Kebijakan Baru, Data Pengguna di Whatsapp Bakal di Teruskan ke Facebook, Wajib Setuju Jika Mau Pakai

Sejauh ini terdapat beberapa bumdes yang dapat dikatakan maju dan mandiri, bahkan sudah dapat menghasilkan uang tambahan bagi Desanya. Sebut saja Bumdes yang berada di Desa Majelis Hidayah Kuala Jambi. 

"Bumdes mereka bergerak di sewa tenda, ada juga bumdes lain yang bergerak di jasa, pertokoan dan wisata. Saat ini mereka terus melakukan pengembangan," jelasnya.

Untuk bantuan dana sendiri, bumdes dapat memperoleh bantuan melalui dana desa. Dengan catatan pengurus bumdes mereka harus mengajukan proposal ke pihak desa. Selanjutnya pihak Desa melakukan pengecekan apakah layak atau tidak untuk dibantu. 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved