Tenaga Medis dan Pasien Covid-19 Terbukti Berbuat Asusila di Wisma Atlet, Langsung Dipolisikan

Pasangan sesama jenis ketahuan berbuat asusila di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet,  Kemayoran, Jakarta Pusat, langsung dipolisikan.

Editor: Rohmayana
ist
Wisma Atlet setelah dimodifikasi menjadi Rumah Sakit Darurat untuk corona. 

Pengelola Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet memeriksa perawat yang diduga melakukan hubungan seks sesama jenis dengan salah satu pasien positif Covid-19.

Informasi mengenai hal ini sebelumnya viral di media sosial.

Baca juga: Cerita Horor Sang Abdi (Sesajen) Lidah Wanita Menjulur Keluar, Keluarga Cipto Harta Segunung

Sementara itu, pasien yang diduga melakukan hubungan seks dengan perawat tersebut belum diperiksa.

Namun, Saleh memastikan, saat ini pasien masih menjalani isolasi di RS Wisma Atlet.

Suasana ruangan Tower 4 RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyiapkan tower 4 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang hendak melakukan isolasi mandiri.
Suasana ruangan Tower 4 RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyiapkan tower 4 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang hendak melakukan isolasi mandiri. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Sebelumnya sebuah pengakuan seorang yang mengaku pasien Covid-19 di Wisma Altet Kemayoran telah berhubungan badan dengan seorang perawat viral di lini masa Twitter.

Pengakuan tersebut diunggah melalui akun Twitter @bottialter pada Jumat (25/12/2020). Akun tersebut mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan seseorang yang disebut sebagai perawat di Wisma Atlet Kemayoran.

Baca juga: Lewat Aplikasi Tinder dan Tantan, Dokter Gadungan Berhasil Lecehkan dan Tipu Wanita Rp 169 Juta

Dalam percakapan, pasien dan perawat janjian melakukan seks sesama jenis di toilet Wisma Atlet.

Akun itu juga mengunggah foto sebuah alat pelindung diri (APD) yang disebutkan milik perawat dalam kondisi terlepas.

Setelah pengakuannya viral hingga ramai-ramai dilaporkan oleh pengguna Twitter ke dinas terkait, akun @bottialter kini sudah dikunci.

Koordinator RS Darurat Covid-19 Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, dalam rapat koordinasi terakhir dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah ditentukan bahwa nantinya pasien tanpa gejala tidak akan lagi dirawat di RSD Wisma Atlet Kemayoran.

Sebab, RSD Wisma Atlet Kemayoran pada Tower 4, 5, 6, dan 7 nantinya akan difokuskan untuk merawat pasien bergejala ringan dan sedang.

Pasien positif virus corona atau Covid-19 di Puskesmas Sawah Besar, Jakarta Pusat, dibawa menggunakan bus sekolah ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
Pasien positif virus corona atau Covid-19 di Puskesmas Sawah Besar, Jakarta Pusat, dibawa menggunakan bus sekolah ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. (Warta Kota/Desy Selviany)

Baca juga: WHO Larang Kebijakan Memaksa Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan DKI Jakarta yang Mewajibkan Vaksin?

Sedangkan, pasien dengan status orang tanpa gejala ( OTG) akan dirawat di Tower 8 dan Tower 9 di Pademangan. 

"Sehingga nanti kita harapkan itu akan terfokus untuk yang bergejala ataupun tanpa gejala, betul-betul fokus dalam suatu pelayanan yang kita berikan," kata Tugas dalam diskusi di Graha BNPB, 23 esember 2020.

Tugas memaparkan kondisi terbaru dari Wisma Atlet.

Ia mengatakan, dari tiga tower yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 yang bergejala ringan dan sedang, hanya satu tower yang digunakan untuk merawat pasien tanpa gejala.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved