Lewat Aplikasi Tinder dan Tantan, Dokter Gadungan Berhasil Lecehkan dan Tipu Wanita Rp 169 Juta

Dokter gadungan yang mencari korban di Tinder dan Tantan diringkus polisi. Dokter gadungan bernama Oliver itu telah menipu hingga ratusan juta.

Editor: Rohmayana
ist
Aplikasi kencan Tinder(TheVerge) 

TRIBUNJAMBI.COM, KEMAYORAN - Aplikasi Tinder dan Tantan yang sedang viral digunakan kaum anak muda untuk mencari pasangan malah mencari korban.

Salah satunya adalah dokter gadungan.

Dokter gadungan yang mencari korban di Tinder dan Tantan diringkus polisi.

Dokter gadungan bernama Oliver itu telah menipu korbannya hingga ratusan juta dengan modus Pandemi Covid-19.

Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Egy Irwansyah mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan adanya penipuan bermodus perkenalan lewat media sosial.

Baca juga: VIDEO Ibadah Natal Khidmat, Gereja Katolik Santo Lukas Stasi Muara Tembesi Tampung 60 Orang Jemaat

Seorang wanita mengaku ditipu dari seorang pria hingga keluarkan uang Rp 169 juta.

Perkenalan dilakukan lewat aplikasi Tinder dan Tantan.

"Kemudian kami lakukan penyelidikan hingga menangkap seorang pelaku yang tertangkap di kos-kosan di wilayah Cempaka Putih," ucap Egy Irwansyah saat dihubungi, Sabtu (26/12/2020).

Ketika diselidiki lebih lanjut pelaku bukanlah seorang dokter.
Lewat aplikasi Tinder dan Tantan pelaku kelabui korban dengan menjadi dokter gadungan.

Misalnya saja dengan memampang foto dengan atribut dokter, kartu tanda pengenal dokter dan stetoskop.

"Dalam aplikasi itu seolah-olah dia itu dokter padahal dia bukan dokter.

Korban tidak hanya dikuras uangnya saja ada kemungkinan juga alami pelecehan seksual," terangnya.

Baca juga: 6 Bahaya Menahan Kencing, Bisa Sebabkan Infeksi Saluran Kemih

Si dokter gadungan diduga sudah menyasar dan menipu banyak wanita lewat aplikasi tersebut.

Sebab dokter gadungan itu sudah beraksi sejak tahun 2019.

Biasanya, modus dokter gadungan saat menguras harta korban ialah dengan meminta bantuan kalau pelaku butuh dibelikan baju Alat Pelindung Diri (APD) dan biaya berobat.

Baca juga: VIRAL Rekaman Suara Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Minta Dana Parpol Naik, Akhirnya Mengaku Ini

"Karena percaya akan omongan pelaku, para korban memberikan uang mereka," paparnya.

Padahal selama ini pelaku diketahui tidak pernah membeli perlengkapan APD.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved