Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Kasih Allah yang Tanpa Syarat

Bacaan ayat: Yohanes 3:16 (TB) - Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Merenungkan dua kemungkinan jawaban Paijo dan Pariyem untuk menikah dan berjanji untuk mengasihi, setiap kita setuju bahwa kemungkinan pertama akan menjadi pilihan. 

Para orang tua yang tahu anaknya akan menikah didasarkan pada alasan kedua, pasti akan berang dan tidak setuju; menolak dengan keras dan tidak akan merestui.

Mari kita mencoba memahami cara Tuhan dalam mengasihi.

Injil Yohanes memberikan pernyataan penting tentang alasan Allah dalam menyelamatkan, yaitu karena Dia sangat mengasihi dunia ini.

Pertanyaannya, bagaimana kondisi dunia ketika Allah mengasihinya?

Apakah dunia itu baik, sebaik yang dibayangkan oleh Paijo dan Pariyem ketika mengambil keputusan untuk menikah?

Apakah dunia itu penuh dengan ketaatan?

Kita harus merenung sejenak, dan tertunduk malu karena faktanya dunia itu jahat.

Berawal dari ketidaktaatan Adam dan Hawa, meluas pada rusaknya cara berfikir manusia.

Relasi manusia dengan Allah menjadi rusak, diikuti rusaknya hubungan dengan sesama, berlanjut pada rusaknya hubungan dengan alam, bahkan dengan diri sendiri pun banyak didapati manusia yang tidak bisa menerima dirinya sebagai anugerah terbaik yang sudah Allah berikan.

Alkitab sarat dengan cerita berulang tentang pemberontakan, pengkhianatan, pembunuhan, penipuan, pementingan diri sendiri, egois, kebencian, ketamakan, keserakan, sumpah palsu, hujat, perkataan kotor, saling menghina: dan berderet-deret kejahatan yang terjadi setiap waktu.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hindarkanlah Diri dari Kebiasaan Menghakimi Sesama

Adakah pengharapan dalam situasi ini?

Bersyukurlah, jika ada berita besar yang mewartakan pengharapan, bahwa Allah sangat mengasihi dunia ini.

Inilah yang menjadi alasan kuat bagi Allah untuk berkarya menyelamatkan, dengan kerelaan menjadi manusia dalam Yesus Kristus.

Mungkinkah Allah menjadi manusia? Jawabannya, pasti sangat bisa dan mampu.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved