Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Kasih Allah yang Tanpa Syarat

Bacaan ayat: Yohanes 3:16 (TB) - Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Kasih Allah yang Tanpa Syarat

Bacaan ayat: Yohanes 3:16 (TB) - Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Ketika Paijo dan Pariyem jatuh cinta dan diwawancarai oleh media infotainment, maka wawancara itu agar berlangsung demikian:

M (Media) : Mas Paijo, kami dengar kabar burung bahwa Anda sudah tertambat hati pada Pariyem dan memutuskan untuk menikah. Kira-kira apa yang membuat Anda mengambil keputusan ini?

Pj (Paijo) : Itu bukan kabar burung, kami sudah saling mengenal cukup lama, akhirnya berpacaran dan memutuskan untuk menikah.

Alasan utama saya memutuskan untuk menikah, karena dia adalah gadis terbaik yang saya jumpai.

Dia adalah bidadari tanpa sayap. Setiap kata dari bibirnya adalah merdu untuk didengar.

Cara berfikirnya maju, tidak ketinggalan zaman. Dia akan menjadi pendamping yang sangat setia.

M: Bagimana dengan Mbak Pariyem?

Py (Pariyem): (Sambil melirik manja pada Paijo) Dia seorang pangeran bagi saya.

Seorang pengayom, pelindung dan menjaga yang akan membuat rasa nyaman kehidupan saya. Gagah dan tampan, membuat saya akan percaya diri saat berjumpa dengan rekan kerja.Dia segala-galanya bagi saya.

Ataukah, Paijo dan Pariyem akan menjawab seperti ini:

Pj: Dia gadis terburuk yang pernah saya temui, maka saya kasihan padanya. Rasanya tidak ada yang baik dalam dirinya. Selama menjalin hubungan, dia pemarah, suka iri hati dan selalu menekan saya, bahkan membujuk saya untuk korupsi demi kepusannya berbelanja. Maka saya memutuskan menikah dengannya.

Py: Dia pria yang paling tidak bertanggung-jawab. Kasar, perkataan kotor menghias bibirnya saat marah, tangannya mudah melayang untuk menyakiti saat keinginannya tidak dituruti. Dia pria terjelek dari deretan pria yang menyatakan cintanya kepada saya. Maka saya memutuskan untuk menerima dia sebagai suami saya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Sejak Kapan Allah Merencanakan Penyelamatan?

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved