KISAH Perawat Dibantai di Pulau Yang ada di Indonesia,  Vivian Selamat Setelah Berpura-pura Mati

Dikisahkan pada 1942, sekelompok perawat dibunuh. Pembantaian itu disebut dilakukan di sebuah pulau ada yang di Indonesia.

Editor: Rahimin
Wikipedia
Kisah Perawat Selamat dari Pembantaian. KISAH Perawat Dibantai di Pulau Yang ada di Indonesia,  Vivian Selamat Setelah Berpura-pura Mati 

KISAH Perawat Dibantai di Pulau Yang ada di Indonesia,  Vivian Selamat Setelah Berpura-pura Mati Saat Ditembak

TRIBUNJAMBI.COM - Dikisahkan pada 1942, sekelompok perawat Australia dibunuh tentara Jepang.

Pembantaian itu disebut dilakukan di sebuah pulau ada yang di Indonesia.

Menurut sejarawan, ini adalah sebuah tindakan pembantaian yang dilakukan oleh Jepang pada Perang Dunia II.

Lokasinya, disebut-sebut berada di sebuah pulau yang terletak di Indonesia.

Menurut BBC, sejawaran mengumpulkan bukti yang menunjukkan bahwa mereka dilecehkan secara seksual sebelumnya.

Baca juga: Detik-detik Pesawat Lion Air Berpenumpang 128 Orang Tergelincir di Radin Inten II Saat Hujan Deras

Baca juga: HEBOH, Muncul Mutasi Baru Virus Corona di Inggris, Menyebar Jauh Lebih Cepat dan Tak Terkendali

Baca juga: Asrama Mako Brimob Kelapa Dua Terbakar, Water Canon Dikerahkan Padamkan Api, 16 KK Terdampak

Tetapi pihak berwenang Australia, dianggap telah menyembunyikan kebenaran ini.

"Butuh sekelompok wanita untuk mengungkapkan kebenaran ini, dan akhirnya terungkap," katanya.

Sejawaran militer Lynette Silver, mendiskusikan apa yang terjadi pada 22 perawat Australia yang digiring ke laut.

Mereka ditembak dengan senapan mesin pada Februari 1942, dan menyisakan 1 orang yang tidak tewas.

Pembantaian itu kemudian dikenal dengan sebutan pembantaian Pulau Bangka, Indonesia.

"Itu cukup mengerikan, pemerkosaan sebelumnya adalah kebenaran yang terlalu mengerikan untuk diungkapkan," kata Silver.

"Perwira senior angkatan darat Australia ingin melindungi keluarga yang berduka, dari stigma pemerkosaan yang dipandang memalukan," katanya.

Tentara Jepang memisahkan pria dan wanita di Pulau Bangka, dan menembak kedua kelompok dari pandangan satu sama lain.

Perawat Vivian Bullwinkel ditembak dalam pembantaian itu tetapi selamat dengan berpura-pura mati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved