Breaking News:

Berit Nasional

Refly Harun Bongkar Kejanggalan Keterangan Versi Polisi dan FPI Soal Penembakan Enam Laskar FPI

Pasalnya ada dua versi berbeda yang diterima masyarakat mengenai kronologi kejadian itu, satu melalui polisi dan satunya versi FPI. 

YouTube Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun 

"Ada yang mengatakan empat. Makanya saya katakan, kalau empat dan ada enam korban, empat kali enam, 24 tembakan," jelas pakar hukum tersebut.

Di sisi lain polisi menyebut aparat yang bertugas saat itu diancam menggunakan senjata api dan senjata tajam.

Pihak FPI kemudian membantah telah membekali para simpatisannya dengan senjata, bahkan senjata api.

"Sementara versi polisi mengatakan sudah dilepaskan tiga tembakan dari laskar FPI, yang dibantah oleh Sekjen FPI Munarman bahwa tidak benar mereka memiliki senjata api," singgung Refly.

Rekontruksi kasus penembakan 6 Laskar FPI, polisi diadang hingga memberikan tembakan peringatan di Karawang Barat, Minggu (13/12/2020).
Rekontruksi kasus penembakan 6 Laskar FPI, polisi diadang hingga memberikan tembakan peringatan di Karawang Barat, Minggu (13/12/2020). (Wartakotalive.com/Joko Supriyanto)

Menurut dia, kedua versi perlu dibuktikan kebenarannya masing-masing.

Ia mendorong dibentuk tim independen untuk menyelidiki insiden tersebut.

Diketahui Komnas HAM turut terlibat dalam penyelidikan kasus penembakan laskar FPI.

Refly berharap lembaga ini dapat bersikap independen untuk mengusut kasus tersebut.

"Kedua versi inilah yang sebenarnya dibutuhkan rekonsiliasi, dibutuhkan pengujian mana versi yang bisa dipercaya dengan pembentukan tim independen," jelas Refly.

Baca juga: Kamu Suka Mengkoleksi Tanaman Hias? Ini Pupuk yang Tepat Kata Erik Flora, Bisa Pakai Daun Bambu

Baca juga: Episode Terakhir ILC TV One,Karni Ilyas Angkat Renungan Akhir Tahun Soroti Dampak Tekanan Ekonomi

Baca juga: SUDAH PUTUS! Perhatian Jessica Iskandar ke Richard Kyle Disorot, Beri Pesan Mendalam di Ultah Kyle

"Memang ada Komnas HAM, tapi mudah-mudahan Komnas HAM bisa bekerja secara independen," tambahnya.

Halaman
1234
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved