Rizieq Shihab Ditahan Polda Mentro Jaya, Fahri Hamzah Mendadak Tulis Puisi untuk HRS, Begini Isinya
Penahanan Rizieq Shihab ditanggapi berbeda oleh masyarakat, baik dari kelompok pendukung maupun kelompok yang selama ini kontra dengan pemimpin FPI.
Rizieq Shihab Ditahan Polda Mentro Jaya, Fahri Hamzah Mendadak Tulis Puisi untuk HRS, Begini Isinya
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA-- Penahanan Rizieq Shihab ditanggapi berbeda oleh masyarakat, baik dari kelompok pendukung maupun kelompok yang selama ini kontra dengan pemimpin Front Pembela Islam (FPI).
Di media sosial, perang tagar pun masih terjadi hingga Minggu (13/12/2020) pagi.
Tagar #BelaNegaraBukanRiziq telah dicuitkan sebanyak 3000 kali, sementara tagar #AllahWithIBHRS telah dicuitkan semenjak semalam hingga mencapai lebih dari 87 ribu cuitan hingga Minggu pagi.
Di tengah ramainya warganet membahas soal penahanan Habib Rizieq, Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah memilih untuk menyampaikan sikapnya dengan sebuah puisi.
Puisi tersebut ia unggah di akun Twitternya.
Baca juga: HRS Ditahan Polda Metro Jaya, Ini Permintaan Imam Besar FPI Habib Rizieq
Baca juga: Ini Dua Penyebab Polda Metro Tahan HRS, Imam Besar FPI Terancam Hukuman di Atas 5 Tahun Penjara
Baca juga: Nasib FPI Setelah HRS Ditahan, Markas Petamburan Seperti Rumah Hantu, Mahfud MD Bilang Begini
Para bait pertama Fahri Hamzah menyoroti tentang takdir seseorang.
Ia juga memberikan semangat kepada Habib Rizieq yang menurutnya habib akan kuat menghadapi penahanan yang Fahri sebut dengan 'cobaan'
Berikut ini selengkapnya puisi dari Fahri Hamzah untuk Habib Rizieq:
Tuan, Setiap orang punya takdir, seriap orang punya jalan, ambillah jalanmu tuan.
Aku pun punya jalan, dan aku bertanggungjawab dunia akhirat untuk melakoninya dengan baik, dengan penuh ikhlas dan gagah berani.
Akan aku pertanggungjawabkan semua kata dan perbuatanku!
Tuan, Marilah kita bertarung dengan gagah berani. Angkara murka selalu ada dan mencari musuhnya di setiap celah sejarah. Aku telah putuskan bertarung melawan tirani dan penindasan sampai akhir masaku.
Untuk keadilan dan persamaian Kita akan bertemu. Kita akan bersatu.
Tuan, Malam ini kita berpisah, tak sempat aku bertemu dan tak sempat kau mengucap salam.