Kisah Kopassus

Kisah Kopassus, Kisah Heroik Operasi Militer di Papua untuk Misi Pembebasan Sandera

Belantara Papua menjadi satu diantara daerah ganas yang tak mudah ditaklukkan oleh TNI Bahkan banyak prajurit yang telah gugur membela bangsa dan ne

ist
anggota Kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - Kapten Pandu satu di antara pilot TNI Angkatan Udara mengisahkan kisah heroik operasi militer di Papua dalam rangka pembebasan sandera.

Detik-detik operasi militer tersebut sangat mendebarkan.

Prajurit TNI harus masuk langsung ke markas pemberontak

Operasi militer yang melibatkan Kopassus dan dari TNI AU ini berakhir dengan bebasnya para sandera.

Baca juga: Kisah Kopassus, Menembak Tepat 11 Target Dalam Jarak 600 Meter dengan Sebuah Peluru

Baca juga: Kisah Kopassus, Bermodalkan Buah Durian, Anggota Baret Merah Ini Berhasil Masuk Ke Lingkaran Musuh

Baca juga: Kisah Kopassus, Pengalaman Tak Terduga Anggota Baret Merah saat Lakukan Penyamaran dalam Setahun

Namun nahas empat prajurit Kopassus menjadi korban kekejaman para pemberontak.

Belantara Papua menjadi satu diantara daerah ganas yang tak mudah ditaklukkan oleh TNI.

Bahkan banyak prajurit yang telah gugur membela bangsa dan negara demi menumpas para pengacau keamanan.

Kisah pilot TNI AU dan empat orang Kopassus ini satu diantaranya.

Skadron Udara 6 TNI AU pernah memiliki helikopter peninggalan Perang Vietnam, yakni Sikorsky S-58 Twin Pac yang terkenal bandel dan tangguh.

Heli angkut yang biasa membawa logistik tempur dan pasukan ini sudah digunakan dalam berbagai operasi militer seperti di Timor-Timur (Timor Leste), Aceh dan Papua.

Berbagi kisah heroik pernah dialami oleh Twin Pac, khususnya ketika digunakan dalam operasi militer di Papua.

Dikutip Tribunjambi.com dari Intisari, pada Januari 2001, Heli Twin Pac dengan nomor registrasi H 3406 mendapat perintah dari Pangdam VII Trikora.

Tujuannya adalah untuk menjemput salah satu wakil Panglima TPN (Tentara Pembebasan Nasional) Papua, Mark Rumbiak di Betaf, pantai timur Papua.

TPN dalam sepak terjangnya telah menimbulkan keresahan masyarakat dan berani secara terbuka menyerang pos polisi sektor setempat bahkan sampai merampas senjata di pos polisi tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved