Breaking News:

Berita Kota Jambi

Luapan Air Danau Sipin, Mulai Merendam Rumah Warga di Buluran Kenali, Telanaipura Sejak Kamis Pagi

Danau Sipin meluap dan mengakibatkan rumah-rumah di bantaran Danau Sipin area Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura

tribunjambi/widyoko
Luapan Air Danau Sipin, sudah merendam rumah rarga di Buluran Kenali, Telanaipura Sejak Kamis Pagi 

Buluran Kenali, Telanaipura, Luapan Danau Sipin  Mulai Merendam Rumah Warga Sejak Kamis Pagi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Monang Widyoko

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Danau Sipin meluap dan mengakibatkan rumah-rumah di bantaran Danau Sipin area Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi mulai terendam banjir. 

Raden Lukman (56), warga RT 02, yang memiliki rumah tepat dipinggir Danau Sipin, saat ditemui Jumat (4/12/2020), mengatakan luapan air mulai naik dan menutupi jalan sejak Kamis.

"Kalau Danau Sipin mulai naik sudah sejak Sabtu minggu lalu. Tapi mulai naik ke pemukiman warga ya baru kemarin ini, mulai pagi itu sudah naik airnya," katanya.

Baca juga: Selama Tiga Hari, Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Muarojambi Capai 25 Orang

Baca juga: 16 Hari Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Batanghari Tindak Ribuan Pelanggar Tak Mematuhi Prokes

Baca juga: Warga Jalan Manunggal Heboh, Wanita Paruh Baya Mau Bunuh Diri Nekat Lompat ke Sungai Parit 5

Dari pantauan Tribun di lokasi, luapan air sudah hampir memasuki rumahnya. Namun ia berujar kalau banjir ini akan segera surut.

"Saya tinggal di sini sejak kecil. Jadi saya tahu tanda-tandanya. Beberapa hari ini juga tidak ada hujankan ? Lalu juga di daerah hulu Sungai Batanghari airnya sudah mulai turun," ujarnya.

"Saya yakin beberapa hari nanti pasti surut, lihat saja," ujarnya.

Selama tinggal di sini, ia mengatakan banjir itu menjadi rutinitas tahunan yang pasti dilalui warga sekitar sini.

Luapan Air Danau Sipin, sudah merendam rumah rarga di Buluran Kenali, Telanaipura Sejak Kamis Pagi
Luapan Air Danau Sipin, sudah merendam rumah rarga di Buluran Kenali, Telanaipura Sejak Kamis Pagi (tribunjambi/widyoko)

Dirinya pun berujar terakhir banjir luapan paling besar pada tahun 2003 yang mengakibatkan rumah-rumah turut kerendam banjir.

"Banjir parah itu pas 2003 lalu. Sudah lama sekali. Itu saya ingat rumah panggung saja sampai kemasukan air sepinggang orang dewasa. Jalan ini sudah tidak bisa lagi lewat, tingginya kira-kira 1,5 meter," kata Lukman.

"Tapi setelah banjir parah itu, di sini tidak pernah lagi banjir sebesar itu. Ya paling sebetislah kalau beberapa tahun terakhir ini," katanya lagi.

Baca juga: Luapan Air Sungai Batanghari Masuk ke Danau Sipin, Buat Kawasan Buluran Kenali Terendam Banjir

Baca juga: Kapolri: Kita Akan Sikat Semua, Indonesia Negara Hukum!

Ia  berharap agar daerah hulu Sungai Batanghari tidak mengalami hujan besar yang menyebabkan rumahnya terkena dampak.

"Hujan di Kota Jambi tidak pengaruh ke kami, yang berpengaruh besar hujan di daerah hulu sana. Ya harapannya supaya di sana tidak terjadi hujan lebat lagi," harapnya.

Penulis: Monang Widyoko
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved