Penanganan Covid
Antisipasi Pencegahan Covid-19 di Pilkada Serentak, BPBD Batanghari Turunkan 5 Anggota di Tiap TPS
Sesuai arahan dari Kemenko Polhukam, dalam agenda yang dilakukan melalui Video Conference (Vidcon) beberapa hari belakangan ini, menyatakan pemilihan
Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pelaksanaan Pilkada Batanghari akan dihelat dalam sembilan hari ke depan.
Sesuai arahan dari Kemenko Polhukam, dalam agenda yang dilakukan melalui Video Conference (Vidcon) beberapa hari belakangan ini, menyatakan pemilihan di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus diperketat pengawasannya sekaligus mengimbau seluruh pemilih untuk mematuhi protokol kesehatan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, Syar'i Saman mengungkapkan pihaknya tengah mempersiapkan petugas untuk mengawasi dan memantau warga masyarakat yang enggan tak pakai masker dan membuat kerumunan di lokasi TPS.
Baca juga: Militer China Siap Perang Sampai Mati, Hubungan Dengan AS dan Taiwan & Perbatasan Himalaya Menegang
Baca juga: Cek Nama Kamu BLT UMKM BRI Rp 2,4 Juta, Login https://eform.bri.co.id/bpum Tahap 2 Sekarang
Baca juga: Dua Anggota KPPS Tanjabtim Positif Swab, Sekda Sebut Itu Bukan Klaster Pilkada
“BPBD Batanghari berbagi peran atas berlangsungnya pesta demokrasi tersebut.
Hendaknya berjalan dengan aman, tentram dan tertib mematuhi protokol kesehatan” kata Kepala Pelaksana BPBD Batanghari, Syar’i Saman, Senin (30/11/2020) siang saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia mengatakan pencoblosan nanti di tengah pandemi Covid-19, oleh karena itu BPBD Batanghari membantu pengawasan di beberapa TPS terhadap penerapan protokol kesehatan.
“Supaya tak ada menimbulkan claster baru saat pesta demokrasi di Batanghari,” ujarnya.
Terkait penerapan di lapangan dikatakan Syar’i, akan dilakukan pengawasan di 18 TPS yang ada di Kabupaten Batanghari.
“Bisanya beberapa desa dan TPS saja, dan tidak seluruh TPS, namun ini tengah dipersiapkan,”
“Rencananya, TPS yang telah ditetapkan, akan ada perwakilan sebanyak lima petugas dsri BPBD Batanghari,” kata Syar’i.
Jumlah anggota yang diterjunkan ke lapangan tak mencukupi dengan jumlah TPS yang ada, maka dari itu perlu direncanakan daerah mana saja yang perlu pengawasan.
“Intinya, petugas dan masyarakat pada saat pencoblosan nanti harus bekerja sama atas mengedepankan protokol kesehatan disaat pemilihan kepala daerah,” pungkasnya.