Breaking News:

Redo Setiawan Segera Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Auditorium UIN STS Jambi

Pasca ditangkap dalam persembunyiannya di kawasan Bogor beberapa waktu lalu, Redo Setiawan kini akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka yang dija

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharany Kurniawan
Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharany Kurniawan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat buron setelah ditetapkan sebagai tersangka di tahun 2019 lalu, Redo Setiawan akhirnya berhasil diamankan tim Kejati Jambi dibantu tim intel Kejaksaan Agung RI bebrapa waktu lalu.

Pasca ditangkap dalam persembunyiannya di kawasan Bogor beberapa waktu lalu, Redo Setiawan kini akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka yang dijadwalkan dalam pekan ini.

"RS akan diperiksa sebagai tersangka minggu depan," kata Lexy Fatharani, kasi penkum Kejaksaan Tinggi Jambi, Jumat (27/11/2020) kemarin.

Baca juga: Usulan Lelang Dua Jabatan Kepala Dinas Pemkab Tanjabbar Ditolak Kemendagri, Ini Penjelasan Sekda

Baca juga: Kisah Muhammad Aiman Nugraha, Bayi Pintar Asal Jambi, Derita Atresia Bilier dengan Perut Membuncit

Baca juga: Awalnya Marah, Lama-lama Ketagihan Dapat Uang dari Istri Jadi PSK, Jatah Kurang Langsung Dipukul

Redo Setiawan (RS) merupakan satu dari lima tersangka yang ditetapkan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi dalam kasus korupsi pembangunan Auditorium UIN STS Jambi.

Namun setelah ditetapkan sebagai tersangka, RS menghilang. Namanya kemudian masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Jambi.

Sementara empat tersangka lainnya yakni John Simbolon, Direktur PT Lambok Ulina (PT. Lamna), Kristiana, Iskandar Zulkarnai masing-masing selaku kuasa direktur perusahaan pemenang lelang sudah menjalani masa persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi.

Satu tersangka lainnya yakni Hermantoni selaku PPTK dari UIN Sulthan Thaha Jambi juga sudah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi.

Redo Setiawan sendiri merupakan kuasa direktur pertama pada pekerjaan proyek bernilai Rp 35 miliar tersebut. Selanjutnya digantikan oleh Kristiana dan Iskandar Zulkarnain.

Proyek tersebut bersumber dari dana hibah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018.

Dalam pengerjaannya ditemukan kerugian negara senilai Rp 12,8 miliar.

Setelah buron sejak Januari 2020 lalu, Redo Setiawan akhirnya berhasil ditangkap pada 25 November 2020.

Redo ditangkap dalam persembunyiannya di salah satu rumah kontrakan di kawasan Pasar Parung, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Saat ini Redo ditahan di rumah tahanan milik Polresta Jambi.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved