Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Covid-19 Tebo Razia Hingga ke Tingkat Desa, Temukan Hampir 200 Pelanggar

Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tebo masih mewabah. Untuk mencegah penyebarannya, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tebo mulai menyasar pelanggar protokol k

Tribunjambi/darwin
Ilustrasi pemberian sanksi kepada warga yang melanggar protokol kesehatan dengan sanksi sosial, push up. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Sekitar 200 warga Kabupaten Tebo di tingkat desa terjaring razia karena melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tebo masih mewabah. Untuk mencegah penyebarannya, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tebo mulai menyasar pelanggar protokol kesehatan hingga tingkat desa.

Kabid Linmas, Satpol PP Kabupaten Tebo, Maizar mengaku hal itu dilakukan agar masyarakar bersama pemerintah sama sama melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Berantas Kendaraan Odol, BPTD Wilayah V Jambi Kementrian Perhubungan Gelar Razia

Baca juga: Dinyatakan Lulus, Satu Peserta CPNS Sarolangun Ini Malah Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

Baca juga: Kiki The Potters Ungkap Niat Nikita Mirzani Serang Habib Rizieq, Sebut Picik & Biar Diomongi Orang

Seperti razia terbaru di Desa Lubuk Mandrasah, tim satgas covid menemukan pelanggar hampir 200 orang.

Bahkan hasilnya dari sekitar 200 warga yang terjaring, 150 di antaranya diberikan sanksi teguran.

Setelah melakukan razia disetiap kecamatan dalam Kabupaten Tebo, tim satgas Covid-19 tebo mulai menyasar ke desa-desa.

"Ada 193 pelanggar terjaring, 150 orang ditegur secara lisan, 35 diberi sanksi sosial seperti push up dan delapan orang dikenakan denda," tuturnya.

Lanjut Maizar, tim satgas akan semakin gencar melakukan razia ditingkat desa-desa. Mengingat di ibukota 12 kecamatan telah sering dilakukan razia dan juga pelanggar perlahan sudah mulai berkurang.

Sementara itu hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan juga masyarakat harus taat menerapkan protokol kesehatan.

"Bukan masyarakat yang berada di ibukota kecamatan saja, melainkan di desa-desa juga. Karena penyebaran bisa dilakukan dimana saja dan siapa saja," tandasnya.

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved