Breaking News:

Prediksi Pergerakan IHSG Senin Besok, Analis: Tidak Perlu Terlalu Agresif

Pergerakan IHSG yang cenderung menguat pada awal pekan ini juga sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah dan mengekor pergerakan bursa global

Editor: Fitri Amalia
KONTAN/ARY SUGIANTO
06022017_IHSG 

TRIBUNJAMBI, JAKARTA - Pada akhir perdagangan Jumat (13/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 2,46 poin atau 0,04% ke posisi 5.461,06.

Dalam sepekan, IHSG naik 2,35%. Kenaikan IHSG antara lain disokong oleh masuknya dana asing ke pasar modal. 

Untuk awal minggu depan, prediksi analis untuk pergerakan IHSG berpotensi bergerak mixed.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan, masuknya dana dari investor asing turut menyokong pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir.

Bahkan investor asing mencatat beli bersih sebesar Rp 4,47 triliun dalam seminggu ini.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 15 November 2020, Emas Antam Ukuran 2 gram Rp 1.968.000

Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat, Ini Enam Saham Yang Bisa Jadi Rekomendasi Investor

Baca juga: IHSG Merosot di Perdagangan Kamis 22 Oktober 2020, 10 Saham Ini Dikoleksi Asing

Selain itu, pergerakan IHSG yang cenderung menguat pada awal pekan ini juga sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah dan mengekor pergerakan bursa global yang berada dalam tren positif.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani bilang, IHSG sempat menguat pada awal minggu ini karena sentimen Bidden effect.

Joe Biden-Kamala Harris telah berhasil memenangkan Pemilu Amerika Serikat 2020.

Selanjutnya, sentimen pengembangan vaksin Covid-19 Pfizer yang dinyatakan 90% efektif turut mengangkat pergerakan IHSG

“Rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dengan hasil yang mulai membaik juga menjadi motor penggerak IHSG minggu lalu hingga awal minggu ini,” katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (13/11).

Baca juga: Kisah Perampok 2 Kg Emas di Jambi Beli Tanah untuk Investasi, Begini Nasibnya Sekarang

Meski pada dua hari terakhir minggu ini terjadi aksi profit taking, ia memandang masih tergolong koreksi wajar. 

Untuk awal minggu depan, Hendriko memprediksi IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat setelah IHSG berhasil ditutup berada diatas support MA 5 dan ditutup membentuk candle hammer yang merupakan candle reversal.

Ia menyarankan pelaku pasar untuk dapat melakukan buy on weakness pada saham-saham yang pergerakannya uptrend, namun terkoreksi dalam dua hari terakhir ini.

Sementara itu, Herditya melihat IHSG masih berpotensi koreksi pada perdagangan Senin (16/11) selama IHSG belum mampu menguat di atas 5.520, adapun level support berada di 5.395 dan resistance di 5.500.

“Untuk Senin kami perkirakan adanya rilis data neraca perdagangan dan ekspor-impor. Bagi pelaku pasar tetap waspadai akan pergerakan IHSG beserta emiten-emitennya, tidak perlu terlalu agresif dan bisa realisasikan profit terlebih dahulu,” pungkas Herditya.

Baca juga: Jennifer Jill Akui Lebih Liar Ketimbang Nikita Mirzani, Istri Ajun Perwira: Gue Lebih Hancur!

Baca juga: Istri Polisi Jadi Tersangka Kasus Investasi Bodong, Imingi Belasan Emak-emak Dapat Bunga Besar

Baca juga: Hasbi Anshory Mendorong Inklusi Keuangan Melalui Virtual Bike OJK Jambi

Artkel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Selama sepekan IHSG menguat 2,35% ke level 5.461,06, simak prediksi Senin besok"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved