Breaking News:

TEGAS! Kapolri Jenderal Idham Azis: Kerumunan Massa Resahkan Masyarakat

Kapolri meminta semua pihak mematuhi protokol kesehatan; memakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan pakai sabun, dan hindari kerumunan massa.

Editor: Sulistiono
net/KompasTV
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis - Kapolri meminta semua pihak mematuhi protokol kesehatan; memakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan pakai sabun, dan hindari kerumunan massa. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberikan imbauan kepada masyarakat Indonesia terkait suasana pandemi covid-19 saat ini.

Kapolri meminta semua pihak mematuhi protokol kesehatan, dengan cara memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan pakai sabun, dan menghindari kerumunan massa.

Baca juga: Rampok Toko Emas Senilai Rp 9 Miliar Tahun 2013 Lalu, Novi Menunggu Tuntutan Penjara

Baca juga: Kabar Baik, Harga TBS Kelapa Sawit di Provinsi Jambi Naik Lagi, Lebih dari Rp 2.000 Per Kilogram

Baca juga: BNNK Jambi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Kota Jambi, Satu Pelaku Ternyata Residivis Kambuhan

"Hal tersebut harus dilakukan bersama demi keselamatan kita bersama, dan untuk menyelamatkan semua orang di Indonesia. Terjadinya kerumunan massa menimbulkan keresahan masyarakat," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Kompas TV, Sabtu (14/11/2020).

Dalam imbauan Kapolri tersebut ditegaskan, hanya dengan displin protokol kesehatan, masyarakat Indonesia bisa terhindar dari pandemi covid-19.

Baca juga: VIDEO UMKM Tiga Putri Sudah 11 Tahun Berdiri, Semakin Berkembang, Produksi Keripik Hingga Kue Basah

Baca juga: Prioritas Keluarnya Hasil Swab, BPOM Jambi: BPOM Bukan Penentu Prioritas Uji Sampel Swab

Baca juga: Cara Mencari Kerja Saat Pandemi Covid-19, Biasakan Berbicara di Telepon

Dalam sepekan terakhir, memang terdapat sejumlah peristiwa yang menyebabkan munculnya kerumunan massa, satu di antaranya saat petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020) dari Arab Saudi.

Menanggapi peristiwa ini, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, sebelumnya menyampaikan, pihaknya berharap kerumunan massa tak lagi terjadi demi mencegah penularan virus corona.

"Kami berharap kejadian kemarin adalah kejadian yang terakhir karena hal ini berimplikasi terhadap potensi penularan dan peningkatan kasus yang sangat besar," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (12/11/2020).

Adapun jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Bahkan, penambahan jumlah tersebut mencatat rekor tertinggi pada Jumat (13/11/2020) dengan penambahan jumlah pasien sebanyak 5.444 orang dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Rampok Toko Emas Senilai Rp 9 Miliar Tahun 2013 Lalu, Novi Menunggu Tuntutan Penjara

Baca juga: Makanan dan Minuman Penyebab Diabetes - Tinggi Karbohidrat Daging Merah Buah Kering Minuman Bersoda

Baca juga: Obat Sakit Diabetes dari Bahan Alami - Pepaya, Kayu Manis, Daun Sirsak hingga Kulit Manggis

Jenderal Polisi Idham Azis kembali mengatakan, sejak Maret 2020, wabah covid-19 melanda dunia. 215 negara mengalami pandemi covid-19. Sampai saat ini di seluruh dunia ada 53 juta orang terinfeksi. Dan, 1,3 juta orang meninggal dunia akibat covid-19.

Data per 13 November, di Indonesia covid-19 sudah menyebar di 34 provinsi dan 503 kab/kota. Ada 457 735 orang terinfeksi. Dan, sebanyak 15.037 orang meninggal dunia.

"Polri mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi," kata Kapolri. (tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved