Pulang Kunker Anggota Dewan Positif
Prioritas Keluarnya Hasil Swab, BPOM Jambi: BPOM Bukan Penentu Prioritas Uji Sampel Swab
BPOM Jambi menepis pernyataan tersebut, prioritas urutan sampel swab yang diuji bukan wewenang BPOM.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Belakangan ini ada pernyataan masyarakat mengenai swab yang lama keluar dikarenakan tak punya orang dalam.
BPOM Jambi menepis pernyataan tersebut, prioritas urutan sampel swab yang diuji bukan wewenang BPOM.
BPOM hanya berwenang sebatas memproses sampel swab hingga diketahui hasilnya. Swab yang sudah diterima, BPOM hanya boleh melakukan pengujian sampel.
Mengenai hasil, bukan merupakan hak dan kewajibannya untuk memberitahu kepada masyarakat.
Baca juga: Dua Warga Batanghari Terkonfimasi Positif Corona, Ini Identitasnya
Baca juga: Cara Mencari Kerja Saat Pandemi Covid-19, Biasakan Berbicara di Telepon
Baca juga: Angka Kematian Covid-19 di Jambi Capai 28 Orang, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan
Antoni Asdi, Kepala BPOM Provinsi Jambi juga menegaskan tidak ada yang boleh dan bisa mengetahui data tersebut selain melalui dinas setempat, belum lama ini.
"Tidak ada yang namanya kenal orang dalam BPOM, nanti dia terlebih dahulu tahu hasil swabnya. Kita tidak akan berbicara isi hasil swab. Karena kami tidak memiliki wewenang untuk menyebarluaskan. Biarpun saudara, tidak boleh kami beritahu secara langsung," kata Marhamah, Kasi Infokom BPOM Jambi.
Selain itu, Marhamah juga menyampaikan, stok sampel dari kota maupun kabupaten semua di tampung di Labkesda Provinsi Jambi. Jadi, kriteria sebuah sampel dikirimkan ke BPOM Jambi bukan BPOM yang menentukan.
Jadi menurutnya, bisa saja ketika misalkan sepuluh orang tes swab dalam waktu yang sama tetapi waktu keluarnya berbeda.
Karena bisa jadi orang yang hasilnya keluar duluan itu adalah sampel yang menutupi kekurangan sampek yang hendang dikirim Dinas Kesehatan Provinsi Jambi kepada BPOM Jambi.
"Kalau misalkan mau kirim 150 sampel swab. Tetapi pada hari yang sama sampelnya kurang, bisa jadi ditambah sampel dari hari yang berbeda. Dan itu menjadi salah satu penyebab sepuluh orang tadi hasilnya nggak bersamaan," pungkasnya.
Tetapi ia menegaskan, itu hanya kemungkinan yang diperkirakan saja. Untuk lebih jelasnya Dinas Kesehatan Provinsi yang diperkirakan mengetahui.
Karena sampel swab dari seluruh kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi berpusat ke dinas tersebut.