Walau Sementara Kalah, Trump Akan Menang Pilpres AS, Ini Hitungan dan Penyebabnya, Tapi Berbahaya
Apakah Trump masih punya kemungkinan menang dari Joe Biden? Jawabannya kemungkinan Trump menang masih terbuka lebar.
TRUBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Apakah Trump masih punya kemungkinan menang?
Jawabannya kemungkinan Trump menang masih terbuka lebar.
Quick Count Pilpres AS sudah menentukan sementara bahwa 23 negara bagian dimenangkan Trump, dan 21 negara bagian lainnya dimenangkan Joe Biden.
Namun, Joe Biden sejauh ini unggul lantaran sudah memperoleh 238 elector dari 68.145.532 suara, sedangkan Trump baru 213 elector dari 66.091.196 suara.
Baca juga: Spoiler One Piece Chapter 995, Rasakan Sakit, Kaido Mulai Serius, Luffy Bakal Ikut Bertarung?
Baca juga: Daftar Harga HP Oppo terbaru Awal November 2020 Lengkap 6/128GB Tak Sampai Rp 3 Jutaan
Baca juga: Deputi Rehabilitasi BNN RI Cek Lokasi Panti Rehabilitasi Pecandu di Sarolangun, Lokasi Strategis
Sebab ada 5 negara bagian lagi yang hasil quick countnya belum bisa menentukan siapa pemenangnya.
Tapi sejauh ini Trump unggul di 5 negara bagian itu.
Apabila Trump menang di 5 negara bagian itu, maka trump akan memperoleh 70 elector, dan akan membuatnya meraih 283 elector. Artinya Trump menang.
Ya, pada dasarnya Sistem Pilpres AS ditentukan oleh Electoral College Votes.
Ini berbeda jauh dengan sistem Pilpres Indonesia.
Pilpres AS pada dasarnya hanya ditentukan oleh 538 elector yang tersebar di 51 negara bagian AS.
Baca juga: Syahrini Sering Dibully dan Difitnah, Ternyata Reino Barack yang Meminta Istrinya Melapor Ke Polisi
Jumlah Elector bergantung pada populasi penduduk di setiap negara bagian, mungkin mirip dengan jumlah anggota DPRD yang berbeda di tiap wilayah Indonesia.
Negara bagian dengan jumlah penduduk banyak, maka electornya akan banyak juga.
Nah, warga Amerika Serikat pada dasarnya memilih Elector tersebut ketika masuk ke bilik suara.
Jadi kemenangan suara Trump atau Joe Biden di suatu negara bagian, maka Trump atau Biden akan memenangkan angka seluruh jumlah elector di sana.
Mari kita ambil contoh.
Baca juga: Ini Jadwal Sidang Tiga Mantan DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston, AR Syahbandar, & Chumaidi Zaidi
Di negara bagian California, Trump menang dengan 7,7 juta suara.
Dan di California ada 55 elektor.
Lantaran memakai prinsip winner takes it all, maka 55 elektor di California itu diambil alih seluruhnya oleh Joe Biden.
Lalu mengapa Joe Biden bisa unggul dan akan menang walau baru menang di 21 negara bagian, sedangkan Trump di 23 negara bagian.
Hal itu tentu saja karena Joe Biden menang di negara bagian yang memiliki jumlah elector lebih banyak ketimbang negara bagian di mana Trump menang.
Baca juga: Setelah Hari LIDA Terkenal, Ayah-Ibunya Kedatangan Banyak Tamu dan Hadiah
Fatamorgana Merah
Sementara itu, fenomena fatamorgana merah bakal terjadi apabila trump mendeklarasikan kemenangan lebih awal.
Apa itu fatamorgana merah?
Melansir The Guardian pada Sabtu (31/10/2020), skenario bencana terburuk pemilu AS dapat terjadi, dengan kasus kehilangan suara, pemberontakan bersenjata, dan potensi krisis lainnya di ribuan yurisdiksi lokal pada 3 November.
Namun, dapat lebih buruk lagi dengan Trump memimpin jumlah suara pemilihan dan mendeklarasikan kemenangannya sebelum semua suara dihitung, pada Selasa malam (3/11/2020).
Para analis menganggap hal itu adalah bahaya yang paling masuk akal terjadi dan tanda-tanda ocehan Trump itu kataya sudah dimulai.
Baca juga: Membludak, Sejak Dibuka Tahap Kedua, Bantuan UMKM di Muarojambi Diserbu Banyak Pendaftar
Namun, menurut mereka disinformasi itu dapat dihindari dengan meningkatkan kesadaran publik tentang kebenaran penghitungan suara pemilu. Skenario terburuk itu disebut juga sebagai "fatamorgana merah".
"Fatamorgana merah dikenal seperti penjahat super dan itu sama bahayanya," kata Mantan Menteri Perumahan dan Pengembangan Kota Amerika Serikat era pemerintahan Barack Obama, Julian Castro, dalam sebuah video yang direkam sebagai pengumuman layanan publik kepada para pemilih pekan ini.
“Pada malam pemilihan, ada kemungkinan nyata bahwa data akan menunjukkan Partai Republik memimpin lebih awal, sebelum semua suara dihitung. Kemudian mereka dapat berpura-pura sedang terjadi sesuatu yang jahat saat jumlah (suara) berubah mendukung Demokrat," ujar Castro.
Dalam skenario tersebut, deklarasi kemenangan Trump digaungkan di jaringan TV konservatif, Fox News, dan oleh Partai Republik yang kuat di seluruh AS.
Beberapa hari kemudian, pada saat hasil akhir menunjukkan bahwa sebenarnya Joe Biden yang telah memenangkan kursi kepresidenan, hasil pemilu yang sebenarnya telah terseret ke dalam pusaran disinformasi dan kekacauan.
Baca juga: Datangi Pengadilan, Syahrini Rupanya Beri Keterangan Sebagai Saksi Perkara Pencemaran Nama Baik
Bagi beberapa pejabat, skenario itu terlalu realistis untuk diungkapkan dengan kata-kata. Kemungkinan penundaan beberapa hari dalam penghitungan suara diantisipasi di Philadelphia, yang sebagian besar merupakan suara Demokrat yang penting bagi Biden untuk menang di Pennsylvania.
Saat ini negara bagian yang menurut para quants paling mungkin memberi tip pada pemilihan dengan satu atau lain cara.
Setelah menghitung hanya 6.000 surat suara yang tidak hadir dalam pemilu 2016, kota Philadelphia, di mana jumlah Demokrat melebihi jumlah Partai Republik 7:1, berharap untuk menerima dan menghitung sebanyak 400.000 surat suara tahun ini, di tengah pandemi Covid-19 berkecamuk.
Semua surat suara itu akan dihitung di dalam pusat konvensi besar kota di Arch Street, mulai pukul 7 pagi waktu setempat pada hari pemilihan, oleh pasukan petugas pemungutan suara.
Penundaan yang diketahui para pejabat akan diperlukan untuk menyelesaikan penghitungan bisa menjadi waktu yang cukup bagi Trump untuk menabur keraguan tentang hasilnya, sebuah upaya yang telah dimulai oleh capres petahana.
Baca juga: Apa yang Ada Dibenak Anda Jika Dengar kata Virus Corona? Begini Hasil Survey Unicef dan Nielsen
"Hal-hal buruk terjadi di Philadelphia," kata Trump pada debat presiden pertama pada September.
Ia pada saat itu memperingatkan tentang "puluhan ribu surat suara dimanipulasi" dan "mendesak rakyatnya" untuk ke tempat pemungutan suara dengan hati-hati, meskipun tidak ada bukti kecurangan yang meluas di pemilu AS.
Pejabat dan aktivis Pennsylvania mengatakan bahwa penawar dari "fatamorgana merah" sesederhana skenario itu sendiri.
Masyarakat harus memahami, kata para pejabat ini, bahwa Philadelphia tidak akan dapat melaporkan hasil pemilihannya pada malam 3 November, dan mungkin tidak dapat melakukannya selama beberapa hari setelahnya, karena keadaan luar biasa yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.
Pada gilirannya, lonjakan suara Demokrat dari Philadelphia, ketika semua sudah dihitung, mungkin akan menciptakan perubahan besar persepsi di negara bagian itu ke Biden.
Akhirnya, perubahan itu bisa jadi cukup besar untuk menghapus keunggulan suara kepada Biden yang mungkin dibangun Trump di pedesaan Pennsylvania, untuk mengubah suara berpihak kepadanya.
Baca juga: Bawa Sabu, Oknum ASN di Merangin Diamankan Polisi, Terungkap Sudah Ditandai Warga Sekitar
"Semua suara tidak akan dihitung hingga tengah malam pada 3 November," kata Tom Ridge, Mantan Gubernur Republik Pennsylvania dan Mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat di bawah George W Bush, yang mengecam "perilaku dan retorika yang benar-benar tercela" Trump tentang pemilu.
“Karena Covid-19, akan ada jutaan sueat suara yang membutuhkan beberapa hari untuk dihitung,” kata Ridge dalam wawancara telepon.
“Salah satu cara untuk mengurangi tingkat kecemasan adalah dengan mengingatkan orang Amerika tentang kenyataan itu, dan menyerukan perdamaian dan kesabaran sehingga setiap suara dapat dihitung,” ungkapnya.
Saat Menang Hal yang kuat tentang skenario fatamorgana merah, bagi beberapa analis, adalah bahwa beberapa aspeknya lebih terlihat seperti kepastian daripada skenario.
“Orang-orang harus tahu bahwa tidak akan ada hasil pada malam pemilihan,” kata Lisa Deeley, ketua panel tiga anggota komisaris kota Philadelphia yang menangani pemilihan.
“Jadi orang akan pergi tidur dan hitungannya tidak akan selesai. Tapi kami akan bekerja terus-menerus, sepanjang malam, untuk memastikan kami menghitungnya dengan cepat dan akurat, kami tidak akan mengorbankan akurasi demi kecepatan,” lanjutnya.
Baca juga: Pembunuhan Pendeta Yeremia, TGPF Klaim Temuannya Lebih Lengkap Dibanding Komnas HAM, Apa Itu?
Meskipun masuk akal, ada juga banyak alasan mengapa skenario "fatamorgana merah" mungkin tidak terjadi.
Salah satu alasannya, Biden bisa menyelesaikan perlombaan dengan kemenangan lebih awal pada malam pemilihan di negara bagian, seperti Florida.
Atau Biden bisa memenangkan negara bagian Pennsylvania, di mana dia memimpin dengan 6 poin dalam rata-rata jajak pendapat, tanpa memerlukan sekitar 200.000 suara terakhir dari Philadelphia. (Shintaloka Pradita Sicca)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pilpres Amerika: Situasi Paling Berbahaya jika Trump Deklarasikan Kemenangan Lebih Awal ".