Mengungkap Kakek Suami Dian Sastro dan Sejarah Berdirinya Aqua di Indonesia, Kaya Raya
Lantas apa hubungannya dengan Aqua. Ada benang merah sejarah yang menghubungkan antara Ibnu Sutowo, Tirto Utomo, Aqua.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Duanto AS
Suatu kali Ibnu berkata kepada Tirto:
"Aneh Tirto iki. Banyu banjir kok diobokke dalam botol".
Usaha itu berkembang pesat.
Pada perjalanannya Aqua semakin terkenal dan Ibnu Sutowo menjabat direktur utamanya.
Baca juga: ILC TV One Nanti Malam Seru, Karni Ilyas Kupas Tuntas UU ITE, Polri dan Nama Baik Presiden Jokowi
Saat pertandingan bulu tangkis Piala Thomas dan Piala Uber 1988 di Kuala Lumpur dan pertandingan golf, ia berpendapat Aqua harus dikelola oleh yang lebih muda
Kemudian Ibnu mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Golden Mississippi, digantikan Willy Sidharta.
Sosok Tirto Utomo dan Aqua
Menelusuri sosok Tirto Utomo, teman yang dahulu bawahan Ibnu Sutowo, sangat menarik.
Melansir wikipedia, Tirto Utomo atau Kwa Sien Biauw lahir di Wonosobo, 9 Maret 1930.
Dia meninggal 16 Maret 1994.
Tirto merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Dia dikenal sebagai pendiri Aqua Golden Mississipi pada 1973.
Jejak bisnisnya cukup kuat.
Setelah lulus SMP, Tirto Utomo melanjutkan sekolah ke HBS (sekolah setingkat SMA di zaman Hindia Belanda) di Semarang, kemudian di SMAK St. Albertus, Malang.
Selama dua tahun, ia kuliah di Universitas Gajah Mada, tetapi akhirnya Tirto pindah ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Di Jakarta sambil kuliah, ia bekerja sebagai pimpinan redaksi harian "Sin Po" dan majalah "Pantja Warna".
Pada 1959, ia diberhentikan sebagai pemimpin redaksi "Sin Po".
Baca juga: Kisah Emmanuella dari Liverpool Cari Ibu Kandung Yang Tinggal di Sleman, Terpisah Selama 35 Tahun
Akibatnya sumber keuangan keluarga menjadi tidak jelas.
Setelah peristiwa itu, Tirto Utomo memiliki kemauan yang bulat untuk menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Perkenalan dengan Ibnu Sutowo
Setelah lulus, Tirto Utomo mengajukan surat lamaran kerja ke Permina (Perusahaan Minyak Nasional) yang merupakan cikal bakal Pertamina.
Setelah diterima, ia ditempatkan di Pangkalan Brandan.
Di situlah perkenalannya dengan Ibnu Sutowo.
Berkat ketekunannya, Tirto Utomo akhirnya menanjak kariernya sehingga diberi kepercayaan sebagai ujung tombak pemasaran minyak.
Pada usia 48 tahun, Tirto Utomo memilih pensiun dini untuk menangani beberapa perusahaan pribadinya, yakni PT Aqua, PT Baja Putih dan restoran Oasis.
Bersama adik iparnya, Slamet Utomo, mereka mendirikan Aqua dengan modal bersama Rp 150 juta.
Mereka mendirikan pabrik di Bekasi tahun 1973 dengan nama ' PT Golden Mississippi ' dan merek produksi Aqua.
Ide mendirikan perusahaan Aqua, awalnya timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai Pertamina pada awal 1970-an dan pegawai Petronas pada awal dekade 1980-an.
Ketika itu, Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat.
Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih.
Baca juga: Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.500 Meter, Warga Diminta Menjauh Radius 3 Km
Sosok cerdas Tirto Utomo kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.
Berangkat dari situ, kemudian bersama adik iparnya, Slamet Utomo, mereka mendirikan Aqua dengan modal bersama Rp 150 juta.
Mereka mendirikan pabrik di Bekasi tahun 1973 dengan nama ' PT Aqua Golden Mississippi ' dan merek produksi Aqua.
Awalnya, karyawan mula-mula berjumlah 38 orang. Mereka menggali sumur di pabrik pertama yang dibangun di atas tanah 7.110 meter persegi di Bekasi.
Setelah bekerja keras lebih dari setahun, produk pertama Aqua diluncurkan pada 1 Oktober 1974.
Salah satu pelanggan Aqua, yaitu kontraktor pembangunan jalan tol Jagorawi, Hyundai.
Dari para insinyur Korea Selatan itu, kebiasaan minum air mineral pun menular kepada rekan pekerja lokal mereka.
Melalui penularan semacam itulah akhirnya air minum dalam kemasan diterima di masyarakat.
Seiring perjalanan bisnis di perusahaan, saat ini keluarga Tirto Utomo bukan lagi pemegang saham mayoritas Aqua.
Sejak 1996, perusahaan makanan asal Perancis Danone menguasai saham mayoritas.
Brand utama mereka, "Aqua" menjadi market leader di bisnis air minum dalam kemasan.
Itulah jejak bisnis Ibnu Sutowo, sejak cikal bakal Pertamina, menjadi direktur utama, mengundurkan diri, bergabung dengan temannya Tirto Utomo di PT Golden Mississippi ( Aqua ).
Baca juga: Perwira Pertama Ini Nekat Pacari Putri Cantik Kapolri Jenderal Idham Azis, Calon Dokter Pula
Menarik kan jejak bisnis dan kekayaan Ibnu Sutowo, kakek suami Dian Sastro. ( Heri Prihantono/ Tribunjambi.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ibnu-sutowo-mantan-direktur-utama-pertamina-1968-1976.jpg)