Gegara Suara Knalpot Bising, Anggota DPRD Jeneponto Terkapar Dibacok Usman
Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto, Sulawesi Selatan bernama Jusry dibacok seorang warga bernama Usman.
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto, Sulawesi Selatan bernama Jusry dibacok seorang warga bernama Usman.
Kini, Polres Tamalatea tengah mendalami motif warga bernama Usman yang nekat mencelakai anggota DPRD tersebut.
Korban yang terluka di bagian kepala pun tengah dirawat di rumah sakit.
Berikut fakta selengkapnya:
1. Disebut hendak melerai
Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, pembacokan itu terjadi di Lingkungan Mannuruki, Kelurahan Bontotangna, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto.
Baca juga: Hasil Survei, Mayoritas Setuju Aparat Makin Semena-mena Terhadap Masyarakat Berseberangan Politik
Baca juga: Hina Nahdlatul Ulama, Gus Nur Ditahan Polisi 20 Hari di Rutan Bareskrim Polri
Baca juga: Anggota Pol PP Kaget Temukan Beberapa Terapis dan Pelanggan Tanpa Busana di Griya Pijat Eiffel
Insiden terjadi pada Sabtu (24/10/2020) sekitar pukul 18.00 WITA.
Awalnya, sedang ada keributan warga gara-gara suara knalpot bising.
Jusry pun mendekat dan berusaha melerai keributan itu.
Namun ia malah dibacok oleh Usman hingga terkapar.
"Ada keributan dan pergi melerai tapi dia (Jusry) yang diparangi, ujar seorang saksi bernama Ahmad.
2. Dipicu saudara
Diberitakan Tribun-timur.com, Humas Polres Jeneponto AKP Syarul Regama memberi keterangan lain.

Ia menyebut suara knalpot bising ternyata dimulai oleh saudara korban. Suara knalpot itu terdengar di depan rumah Usman.
Usman yang tidak terima membalasnya dengan melakukan hal yang sama di depan rumah Jusry.