Berita Bungo
BNN Jambi dan Satresnarkoba Polres Bungo Selidiki dan Buru Pengedar Narkotika di Kota Muara Bungo
Kasat Resnarkoba Polres Bungo, Iptu Septa kepada Tribunjambi.com mengungkapkan bahwa operasi di lokasi yang sama telah dilakukan dua kali.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi dan Polres Bungo buru pengedar narkoba di Kabupaten Bungo.
Upaya pemberantasan penyakit masyarakat yang berkaitan dengan tindak pidana Narkotika terus dilakukan aparat penegak hukum.
Salah satunya di Kabupaten Bungo, yang berdasarkan informasi terjadi transaksi narkotika di Kelurahan Tanjung Gedang, Kecamatan Pasar Muara Bungo.
Kasat Resnarkoba Polres Bungo, Iptu Septa kepada Tribunjambi.com mengungkapkan bahwa operasi di lokasi yang sama telah dilakukan dua kali.

Baca juga: Cara Investasi Emas Digital di GoInvestasi dari Gopay, Promo Cashback Rp 50.000
Baca juga: Ternyata Begini Cara Perpanjang Masa Aktif Kartu SIM Telkomsel Tanpa Harus Isi Ulang Pulsa Loh!
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Terjadi di Kawasan Padat Penduduk di Legok, Petugas Berjibaku Memadamkan
Operasi itu pertama dilakukan Sabtu (23/10/2020) malam dan Sabtu (24/10/2020) pagi.
Namun hingga saat ini belum menemukan barang bukti.
Sehingga Resnarkoba dan BNNP terus melakukan pemburuan terhadap oknum yang disampaikan masyarakat tersebut.
"Kita sudah dua kali ke lokasi itu melakukan penggerebekan, kita belum menemukan alat bukti."
"Hingga saat ini kita masih melakukan pemburuan," ujarnya, Sabtu (23/10/2020).
Pantauan tribunjambi.com di lapangan, proses penggerebekan itu berlangsung dengan tertib.
Namun seorang ibu yang diduga merupakan orang tua dari target operasi itu teriak teriak histeris.
Bahkan dalam mencari barang bukti, petugas gabungan itu menurunkan anjing pelacak atau K-9.
Turunnya petugas kepolisian dan BNNP itu membuat lokasi sekitar mendadak ramai menyaksikan penggerebekan itu.

Septa juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemburuan dan penyidikan terhadap oknum pengedar.
Udin, Ketua RT sekitar mengatakan bahwa JP, sang oknum tidak memiliki pekerjaan.