Breaking News:

Mantan Danjen Kopassus 8 Jam Diperika Polisi, Soal Senpi dan Demo Tolak UU Cipta Kerja Yang rusuh

Polisi telah melakukan pemeriksaan pada Mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Eks Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko (kiri) didampingi Kuasa Hukumnya Ferry Firman (kanan) usai jalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (20/10/2020). 

Usai pemeriksaan itu, Ferry meyakini bahwa kliennya tidak bersalah dalam kasus tersebut.

Sebaliknya, ia menyimpulkan kasus tersebut hanya sebuah fitnah dan rekayasa untuk menyudutkan kliennya.

"Patut diduga tanpa bermaksud kita mendahului fakta hukum, tapi dari fakta-fakta yang debatkan selama satu tahun terakhir ini bahwa peristiwa hukum yang diarahkan kepada Pak Soenarko itu adalah sebenarnya fitnah dan rekayasa yang dibuat oleh oknum oknum tertentu untuk menyudutkan pak Soenarko," pungkasnya.

Fery menambahkan kliennya juga sempat diberi pertanyaan terkait di luar kasus yang dipersangkakannya. Pertanyaan itu terkait soal demo yang berakhir ricuh saat penolakan disahkannya Undang-undang Cipta Kerja.

Fery menuturkan, pada saat KAMI mendeklarasikan diri di tugu proklamasi, kliennya tidak hadir. Sementara untuk kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Fery menyampaikan kegitan tersebut tidak ada kaitannya dengan KAMI.

Untuk diketahui, eks Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko menjadi tersangka kasus makar pada Aksi 22 Mei 2019 lalu dan kepemilikan senjata api ilegal.

Saat itu dia sempat ditahan Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta, namun akhirnya menghirup udara bebas pada Jumat (21/6/2019), setelah permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan Polri.

Baca juga: Hasil Liga Champions Lazio vs Dortmund, Juventus vs Dynamo Kyiv, Barcelona vs Ferencvaros

Baca juga: Hasil Liga Champions Tadi Malam, Juventus dan Bercelona Mulus, Manchester United Lagi Semangat

Baca juga: Lengkap, Daftar Harga HP Samsung Galaxy Terbaru 21 Oktober 2020, Dari Harga 1 Jutaan hingga Flagship

Penasihat hukum Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko, Ferry Firman Nurwahyu mengatakan, istri dan anak Soenarko beserta 102 purnawirawan TNI/Polri ikut menjadi penjamin penangguhan penahanan kliennya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat itu mengatakan bahwa penjamin Soenarko terdiri dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

"Penjaminnya adalah Bapak Panglima TNI dan Pak Menko Kemaritiman, Pak Luhut," ujarnya.
Selain itu, Soenarko dinilai kooperatif selama pemeriksaan.

Halaman
1234
Editor: Rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved