Breaking News:

Mafia Penyelundup 60 Kg sabu di Aceh Utara Ditembak Mati Polisi, Melawan Saat Mau Ditangkap

Seorang mafia sabu berinisial SS (27), yang diklaim sebagai otak penyelundupan sabu-sabu di Aceh Utara, ditembak mati polisi.

Serambi Indonesia/Subur Dana
Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada bersama Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Raden Purwadi, dan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Safuadi dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Aceh, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang mafia sabu berinisial SS (27), yang diklaim sebagai otak penyelundupan sabu-sabu di Aceh Utara, ditembak mati polisi.

SS terpaksa ditembak karena ia melawan petugas dan berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

SS ditembak saat jajaran Direktorat Resnarkoba Polda Aceh bersama Kanwil Bea Cukai Aceh menggagalkan penyelundupan 60 kilogram (Kg) sabu-sabu yang dipasok dari laut di wilayah Aceh Utara, pada 30 September 2020.

Selain SS, polisi juga mengamankan tiga tersangka lain dalam operasi tersebut. Mereka adalah MM (38), JU (18), SM (24).

47 Demonstran Penolak UU Kerja Reaktif Covid-19, Argo: Dilarikan ke Wisma Atlet

Simak Ini, Pernyataan Lengkap Pemerintah Soal Aksi Unjuk Rasa Tolak Disahkannya UU Cipta Kerja

Rela Jadi Mualaf demi Sule, Tabiat Natahlie Holscher yang Asli Dibongkar Sosok Ini: Saya Kenal Dia!

Ketiga tersangka tersebut turut dihadirkan dalam konferensi pers pengungkapan kasus bersama Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, didampingi Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Raden Purwadi, serta Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Safuadi, di Mapolda Aceh, Rabu (7/10/2020).

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, menjelaskan, penangkapan tersangka itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa ada penyelundupan sabu dalam jumlah besar di Desa Blang Awe, Kecamatan Syamtalira Baru, Aceh Utara.

Barang haram yang belakangan diketahui memiliki berat 60 Kg tersebut dipasok melalui laut dari Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Ilustrasi foto penggerebekan dan penggeledahan Bus Pelangi jurusan Medan-Tasikmalaya yang membawa paket sabu besar seberat 13 kilogram dengan tujuan mengedarkan di wilayah Tasikmalaya, Rabu (16/9/2020) malam.
Ilustrasi foto penggerebekan dan penggeledahan Bus Pelangi jurusan Medan-Tasikmalaya yang membawa paket sabu besar seberat 13 kilogram dengan tujuan mengedarkan di wilayah Tasikmalaya, Rabu (16/9/2020) malam. (KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)

Tim di bawah koordinir Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari, langsung melakukan penyelidikan dan pengamatan ke lokasi.

"Saya apresiasi betul pengungkapan kasus ini hasil kolaborasi Polda Aceh dan Bea Cukai Aceh. Pengungkapan kasus kali ini merupakan penyelidikan yang lumayan lama, satu investigasi yang panjang karena hampir sebulan tim melakukan pengamatan dan pemantauan di lokasi tersebut," jelas Wahyu.

Pada Rabu 30 September 2020, tim Dit Narkoba Polda Aceh dan Bea Cukai langsung melakukan patroli laut di kawasan itu.

Pantas Ayu Ting Ting Bisa Kepincut, Sosok Adit Pradana Jayusman Rupanya Bukan orang Sembarangan!

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Medan, Pendemo Nekat Bakar Mobil Polisi

Prakiraan Cuaca Hari Ini, 5 Wilayah Berpotensi Akan Terjadi Hujan Lebat

Halaman
1234
Editor: Rahimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved