Usai Ditampar Sang Ibu di Depan Teman Sekelas, Remaja 14 Tahun Nekat Lompat dari Gedung Sekolah

Remaja 14 tahun nekat lompat dari lantai 5 gedung sekolah setelah dimarahi dan ditampar sang ibu.

Editor: Rohmayana
ist
Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun di Wuhan, China melompat hingga meninggal dari lantai 5 gedung sekolahnya, setelah ibunya menamparnya di depan teman-teman sekelasnya. 

Perilaku memarahi anak di depan umum yang kerap dilakukan orang tua akan menimbulkan sikap keras terhadap anak.

Bila dilakukan secara terus-menerus, anak akan menjadi pribadi yang memberontak dan keras karena merasa tidak disayangi oleh kedua orang tuanya.

Kepercayaannya terhadap lingkungan sekitar dan orang lain perlahan menghilang, hal ini mengakibatkan dirinya memiliki sifat yang arogan dan cuek terhadap kondisi di sekelilingnya.

Sikap seperti ini tentunya akan menyebabkan kesulitan dalam bersosialisasi terhadap orang lain di masa yang akan datang.

Surat Yasin 83 Ayat dan Tahlil Huruf Arab dan Latin Lengkap untuk Yasinan Malam Jumat (VIDEO)

Tidak Hormat Pada Orangtua

Seringnya orang tua memarahi anak di depan umum bukan tidak mungkin akan menimbulkan rasa benci yang amat mendalam pada orang tua.

Karena si anak merasa malu dibentak oleh orang tua di depan orang-orang yang tidak dikenalnya.

Ketika rasa benci tersebut tidak bisa dikendalikan sang anak, dan orang tua tidak menunjukan rasa kasih sayang, anak-anak akan kehilangan rasa hormatnya pada orang tua dan memiliki sikap acuh.

Ketika Ingin Memarahi Anak Di Depan Umum, Ada Baiknya Mengingat Hal Ini

Anak-anak merupakan pribadi yang polos dan masih belum bisa membedakan apa yang salah dan benar untuk dilakukan.

Ketika Anda merasa jengkel akan perbuatan ulah anak Anda, usahakan selalu berpikir positif dan menganggap itu sebagai bagian dari ujian menjadi orang tua yang baik.

Ingat kembali alasan mengapa Anda membangun rumah tangga dengan pasangan.

Kesal terhadap kesalahan yang anak dilakukan di depan umum itu merupakan hal yang wajar.

Namun ada baiknya tidak melimpahkan kekesalan tersebut di depan orang banyak.

Hal ini hanya akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan psikologis anak.

Bukan hanya pribadinya yang akan terguncang, anak pun akan minder melakukan kegiatan sehari-hari karena dibayang-bayangi oleh kemarahan orang tua yang membekas di memorinya.

Pentingnya melatih kesabaran dan mengelola emosi pada anak.

Ingat, anak sebagai karunia Tuhan yang paling indah, yang tidak semua pasangan suami-istri bisa memilikinya. (*)

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Remaja 14 Tahun Nekat Lompat dari Gedung Sekolah, Usai Ditampar Sang Ibu di Depan Teman Sekelas, 
Penulis: Ratih Fardiyah
Editor: Adrianus Adhi

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved