Breaking News:

13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks di WhatsApp, Korban: Saya Trauma Pegang HP

Menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Darussalam, saat video call, wajah pelaku tidak tampak dan yang terlihat hanya bagian tubuh

net
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 13 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menjadi korban teror video call seks melalui WhatsApp.

Kepada Kompas.com, salah satu korban video call seks mengaku trauma menggunakan ponsel.

Padahal aktivitas kuliah mereka selama pandemi dilakukan melalui daring.

"Terus terang saya trauma pegang HP karena takut pelaku kembali meneror padahal HP sangat penting untuk kuliah online" kata salah seorang korban yang identitasnya enggan dipublikasikan.

Saat ini sejumlah korban telah melaporkan teror video call seks tersebut ke Mapolda Sulawesi Selatan.

Kejanggalan Mata Ayu Ting Ting Jadi Sorotan Usai Menghilang Setelah Jalani Tes Swab Virus Corona

Begini Nasib Keluarga DN Aidit Ketua PKI, Mulai Ayah, Adik, Istri & Anaknya Usai Peristiwa G30S PKI

Dikabarkan Akan Segera Menikah dengan Nathalie Holscher , Ini Jawaban Dari Ayah Rizky Febian

Manfaat Mengkonsumsi Air Madu Secara Rutin, Bisa Perkuat Imun Tubuh Hingga Mengurangi Kolesterol

Teror video call seks tersebut dilakukan malam hari melalui aplikasi WhatsApp.

Menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Darussalam, saat video call, wajah pelaku tidak tampak dan yang terlihat hanya bagian tubuh antara pusar hingga lutut.

Ia juga menyebut teror video call seks tersebut sudah terjadi sejak bulan Juli 2020 lalu.

"Pelaku ini meneror mahasiswi dengan video call dan wajah pelaku tidak terlihat kecuali hanya sebatas pusar ke bawah dan lutut ke atas" kara Darussalam saat jumpa pers di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, di Gowa pada Selasa (29/9/2020).

Darussalam menjelaskan pihak kampus telah membentuk tim investigasi setelah adanya laporan dari belasan mahasiswi yang resah karena teror tersebut.

Mereka berjanji akan melakukan tindakan tegas jika pelaku berasal dari civitas akademika UIN Alauddin Makassar.

"Kami telah membentuk tim investigasi atas kasus ini dan jika kelak pelakunya adalah oknum civitas akademika UIN Alauddin maka kami akan memberikan sanksi tegas yakni pemecatan," kata Darussalam.

Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved