Breaking News:

Tragedi G30S PKI

Menguak Kemana Jasad Orang PKI Usai Ditangkap & Dibunuh Pasca Tragedi Kelam G30S PKI 55 Tahun Lalu

Gerakan 30 September atau dikenal G30S/PKI, bukanlah satu-satunya peristiwa kejahatan pada tahun 1965, yang bisa disebut tahun kekelaman sejarah

wikipedia
Peristiwa pembersihan anggota PKI 

TRIBUNJAMBI.COM - 55 tahun silam, Indonesia pernah mengalami kisah kelam dan mencekam yang dikenal dengan peristiwa G30S PKI.

Kala itu, kejadian mengerikan yang berawal dari penculikan para Jenderal TNI AD di malam 30 September 1965 atau dikenal G30S PKI menjadi api awal kemarahan masyarakat Indonesia terhadap kelompok PKI. 

Gerakan 30 September atau dikenal G30S/PKI, bukanlah satu-satunya peristiwa kejahatan pada tahun 1965, yang bisa disebut tahun kekelaman sejarah Indonesia.

Setelah peristiwa G30S/PKI yang membuat 7 jenderal TNI menjadi korban kebiadaban kemanusiaan, rentetan peristiwa memilukan terjadi pada tahun tersebut.

Menguak Fakta Lagu Genjer-genjer yang Dikaitkan dengan Tragedi Kelam G30S PKI, 55 Tahun Silam

Pengakuan Putri DI Panjaitan Kekejaman Saat G30S PKI: Ayah Saya Tidak Mau dan Langsung Dipukul

Bukan Otak Utama G30S PKI, DN Aidit Tak Ada Apa-apanya, Sosok Ini Dalang Dibalik Tragedi Kelam Itu

Miniatur di Museum Pengkhianatan PKI
Miniatur di Museum Pengkhianatan PKI (Instagram/nindya_a)

Menurut Sejarawan University of British Columbia (UBC), Kanada, John Roosa, setelah kejadian tragis itu, massa dari PKI-yang disebut-sebut sebagai dalang pembunuhan para jenderal-dihabisi.

John Roosa mengatakan, peristiwa mengikuti setelah G30S terjadi harus juga dilihat dalam rangkaian tahun 1965.

Dua peristiwa itu sama-sama menunjukkan kekerasan terhadap kemanusian.

Pada saat G30S, terjadi kekerasan menyebabkan kematian 7 perwira tinggi TNI-AD yang kemudian dianugerahi gelar pahlawan revolusi dan pahlawan nasional.

PKI disebut-sebut sebagai dalang dari tragedi berdarah ini.

Setelah itu peristiwa G30S, terjadi pembersihan PKI dengan penahanan dan pembunuhan massal atau penghilangan paksa di banyak daerah.

"Kalau kita bicara isu 1965, ada banyak yang terjadi. Ada G30S. Ada pembunuhan massal setelah itu, ada penahanan massal, meskipun harus melihatnya dalam dua peristiwa tersendiri," ujar penulis Buku 'Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto (2008)' ini dalam Dialog Sejarah, "1965: Sejarah yang Dikubur" seperti disiarkan di Channel Youtube Historia.id, Selasa (29/9/2020).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved