Breaking News:

Pengakuan Putri DI Panjaitan Kekejaman Saat G30S PKI: Ayah Saya Tidak Mau dan Langsung Dipukul

DI Panjaitan merupakan satu dari tujuh perwira TNI AD yang menjadi korban kekejaman G30S PKI pada 1965.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Instagram/nindya_a
Miniatur di Museum Pengkhianatan PKI 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah G30S/PKI, kesaksian putri dari DI Panjaitan, bagaimana kejamnya PKI membunuh sang Ayah.

Kenangan pahit itu masih membekas hingga kini.

Catherine Panjaitan, anak DI Panjaitan mengingat jelas saat sang ayah dibunuh.

Donald Isaac Panjaitan atau DI Panjaitan ditembak oleh antek PKI di rumahnya, menjelang subuh.

Dinsos Masih Lakukan Koordinasi Terkait Kelanjutan Bantuan Covid-19 di Jambi

Siapa Bilang Makan di Hotel Itu Harus Mahal? Buktikan di Odua Weston Jambi Lewat Happy Break

Sebelum menembak DI Panjaitan, para tentara pejemput itu lebih dulu menembak dua orang lainnya di rumah itu.

DI Panjaitan dibunuh pada 1 Oktober 1965.

Sang putri bernama Catherine Panjaitan menjadi saksi mata. Ia melihat sendiri penembakan ayahnya.

Dikutip dari berbagai sumber, arsip berita Tribunnews.com dan kanal Youtube iNews Talkshow & Magazine, Catherine mengatakan, antek PKI datang ke rumahnya saat pagi hari tanggal 1 Oktober 1965.

Catherine ketika itu terbangun sekitar pukul 4.00 WIB.

"Banyak suara sepatu boots," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved