Breaking News:

Tragedi G30S PKI

Menguak Kemana Jasad Orang PKI Usai Ditangkap & Dibunuh Pasca Tragedi Kelam G30S PKI 55 Tahun Lalu

Gerakan 30 September atau dikenal G30S/PKI, bukanlah satu-satunya peristiwa kejahatan pada tahun 1965, yang bisa disebut tahun kekelaman sejarah

Editor: Andreas Eko Prasetyo
wikipedia
Peristiwa pembersihan anggota PKI 

Dia menjelaskan, kasus-kasus kekerasan yang terjadi sepanjang tahun 1965 tidaklah normal bagi mereka yang hidup saat itu, baik sebagai pelaku maupun korban.

Dia menilai, sebenarnya untuk pembersihan PKI tidak perlu dilakukan dengan Pembunuhan atau penghilangan paksa jutaan orang yang dianggap atau dekat dengan PKI.

"Sebenarnya cukup penahanan terhadap mereka, seperti dilakukan di Jawa Barat.

Tapi yang terjadi penghilangan paksa orang yang sudah ditahan, sudah tidak berdaya lagi, diambil dari penjara atau kamp penahanan, dinaikkan ke truk, dibawa ke tempat lain yang biasanya tempat yang agak sepi di hutan, di tepi sungai, terus dibunuh di situ," paparnya.

Ramalan Zodiak Tentang Cinta, Gemini Akan Ada Perbedaan Pendapat Dengan Pasangan

Tips Agar Orangtua Cukup Tidur Ketika Menjadi Ayah dan Ibu Baru Mengurus Bayi yang Baru Lahir

Penyebab Hari Jambi Tak Juara di LIDA 2020, Padahal Sempat Pimpin Perolehan Polling Sementara

"Ini sengaja dibuat supaya orang tidak bisa ingat, karena tidak banyak ada saksi akan penghilangan paksa itu.

Pelakunya juga tidak mau bicara terus terang. Korbannya juga sudah tidak ada lagi," jelasnya.

Karena itu dia mengatakan pada tahun 1965, khususnya setelah G30S, banyak terjadi pembunuhan yang keji untuk menghilangkan orang, supaya keluarganya tidak mengetahui.

Pola demikian, kata dia, umum terjadi saat itu, seperti ditemukan di sejumlah daerah di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Lombok, dan Flores.

"Itu pola umum dan banyak memakan korban. Itu lebih gampang membunuh tahanan," ucapnya.

Selain itu imbuh dia, propaganda-propaganda yang dilakukan militer terus diluncurkan dalam operasi pembersihan PKI saat itu--yang memberikan narasi pembenaran terhadap aksi kekerasan melalui penghilangan paksa itu.

Apalagi saat itu semua media massa dibungkam, tidak ada kebebasan pers untuk bersuara berbeda dengan propaganda-propaganda yang didengungkan oleh militer saat itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved