Lewat Facebook Kades Ini Diduga Nekat Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang, Sempat Diajak Ketemu

Korban mengaku tidak mau bertemu. Setelah itu, sang kades mengirim foto alat kelamin lengkap dengan wajah.

Editor: Tommy Kurniawan
net
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang oknum kepala desa di wilayah Kecamatan Asesa, Kabupaten Ngada, NTT, diduga memamerkan alat kelaminnya ke istri orang yang adalah warganya sendiri. 

Kabar ini pun santak menghebohkan masyarakat setempat dan warganet, Senin (21/9/2020).

Korban yang berinisial MS menceritakan, kejadian itu bermula, Kamis (17/9/2020) malam, saat sang kades meminta bertemu dengan korban via inbox di Facebook.

Korban mengaku tidak mau bertemu. Setelah itu, sang kades mengirim foto alat kelamin lengkap dengan wajah. 

”Awal dia inbox minta bertemu. Dia tanya saya di mana ? Saya jawab di rumah. Dia-minta bertemu. Saya tidak mau karena sudah punya suami. Tiba-tiba dia kirim foto alat kelaminya ke saya,” ungkap MS, kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Senin (21/9/2020).

Pengajar Universitas Jambi Terpapar Covid-19, Pihak Kampus Akan Lakukan Rapid Test Massal Besok

Rizky Billar Hadiahi Lesty Kejora Sebuah Apartemen Mewah, Ini Alasannya

Fakta Unik Di Selandia Baru, Diantaranya Negara Pertama yang Meyaksikan Matahari Terbit

Dikira Teman Pelaku Jambret, Seorang Polisi ikut Di Hakimi Massa, Ini Kronologisnya

MS mengaku, sebagai perempuan, ia merasa harga dirinya dilecehkan.

Karena dirinya tidak menyangka kepala desa sebagai pemimpin di wilayahnya melakukan hal yang memalukan itu. 

MS menyebut, pasca menerima inbox dari kades, ia merasa panik dan cemas. la pun Iangsung melaporkan hal itu kepada keluarga suami.

Kamis (24/9/2020), korban MS bersama keluarga melaporkan pelaku ke Polres Nagekeo. 

"Saya merasa dilecehkan. Makanya, hari ini, saya dan keluarga laporkan kades terkait pengiriman alat vitalnya via inbox di Facebook," ungkap MS. 

MS menyebut, dirinya bersama keluarga melaporkan sang kades bukan karena tekanan dari pihak mana pun.

Laporan itu adalah murni karena sebagai perempuan ia merasa dilecehkan. 

MS pun berharap kepada pihak Polres Nagekeo menindaklanjuti laporan tersebut. 

"Harapan saya dan keluarga, laporan ini bisa secepatnya diproses," ungkap MS. 

Sementara itu, Kapolres Nagekeo, AKBP Hendrik Fai mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan MS tersebut.

Ia menyebut, laporan tersebut belum sampai ke dirinya. 

"Jika sudah ada, pasti akan dilidik sesuai hukum yang berlaku," kata Hendrik, melalui pesan singkat. 

Sementara itu, oknum kades terduga pelaku berinisial DBD belum mau berkomentar terkait kasus tersebut.

"Maaf saya belum bisa beri penjelasan terkait soal itu. Masih ada urusan keluarga," kata DBD, melalui sambungan telepon.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved