Fakta Unik Di Selandia Baru, Diantaranya Negara Pertama yang Meyaksikan Matahari Terbit
Selain keindahan panorama alam yang memukau, banyak hal keren yang kamu temukan di Selandia Baru. Setelah mengetahui fakta unik Selandia Baru, kamu p
TRIBUNJAMBI.COM - Liburan ke Selandia Baru tentu akan menjadi pengalaman luar biasa tak terlupakan.
Selain keindahan panorama alam yang memukau, banyak hal keren yang kamu temukan di Selandia Baru.
Setelah mengetahui fakta unik Selandia Baru, kamu pasti akan lebih semangat dan ingin segera merencanakan liburan ke Selandia Baru.
Berikut TribunTravel merangkum dari laman gorentals.co.nz, deretan fakta unik Selandia Baru yang membuat turis semakin jatuh cinta dengan negara ini.
• VIDEO Kisah Guru Silat Kopassus Beri Pelajaran Master Karate Jepang hingga Terjengkang
• Ramalan Zodiak Tentang Cinta, Taurus Jangan Menyembunyikan Hal yang Seharusnya Dibicarakan
• Tak Ada Riwayat Perjalanan ke Zona Merah, Dua Warga Muaro Jambi Positif Covid-19
1. Selandia Baru adalah negara pertama yang melihat Matahari terbit.
Kota Gisborne di Pulau Utara di Pantai Timur Selandia Baru adalah wilayah yang pertama melihat matahari terbit di dunia ini.
Kota Gisborne adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi, terutama pada Malam Tahun Baru karena di tempat ini hari baru pertama kali benar-benar dimulai.
2. Negara pertama yang memberikan suara pada wanita pada tahun 1893.
Selandia Baru adalah negara pertama yang memberikan suara pada wanita pada tahun 1893.
Ialah Kate Sheppard, seorang tokoh ikon dalam gerakan hak pilih perempuan di Selandia Baru.
Usahanya dalam mengumpulkan 30.000 tanda tangan untuk parlemen menyebabkan pembentukan hak pilih universal untuk wanita.
Fotonya dapat dilihat pada uang 10 dolar Selandia Baru.
3. Selandia Baru yang pertama kali menaklukkan Everest dan menemukan proton.
Negeri Kiwi punya rekam jejak cukup hebat yang dibuktikan dengan orang pertama yang menaklukkan Gunung Everest dan pertama yang menemukan proton.
Dua orang Selandia Baru di balik prestasi ini adalah Sir Edmund Hillary dan Sir Ernest Rutherford.