Breaking News:

23 Tahun Sudirman Jadi Pengepul Barang Bekas demi Bertahan Hidup, Pernah Tukar Besi dengan Ubi Jalar

Seorang pria pengepul barang bekas sedang bediri di teras rumahnya, di Desa Jambi Kecil, Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi, Kamis (24/9/2020) siang.

(tribunjambi/musa)
Sudirman (43) koleksi setrika arang dari hasil jelajah mencari barang rongsokan, Kamis (24/9/2020). 

23 Tahun Sudirman Jadi Pengepul Barang Bekas, Pernah Tukar Besi dengan Ubi Jalar

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Seorang pria pengepul barang bekas sedang bediri di teras rumahnya, di Desa Jambi Kecil, Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi, Kamis (24/9/2020) siang.

Pria bernama Sudirman (43) itu tengah melihat stok barang rongsokan yang ada di depan rumahnya, dan stok tersebut merupakan barang yang dihasilkan sejak masa pandemi Covid-19 ini, tetapi belum dijual, karena belum mencapai terget.

Saat ditemui Tribunjambi.com, Sudirman menggeluti pekerjaanya ini sejak tahun 1997.

"Mencari dan menjual rongsokan, mulai saya jalani sejak 1997, waktu itu sedang terjadi krisis moneter. Untuk bertahan hidup, apa pun saya jalani, termasuk mencari rongsokan ke daerah-daerah," ujar Sudirman, Kamis (24/9/2020).

Sudirman mengaku pekerjaan mencari barang rongsokan sudah dijalaninya selama 23 tahun sampai sekarang.

Pengepul Barang Bekas di Muaro Jambi Terdampak Pandemi, Rongsokan Tertahan hingga 6 Bulan

Tak Pakai Masker Akan Didenda, Maulana Sarankan Warga Tak Melawan Petugas

VIDEO Hadapi Ancaman Tsunami 20 Meter, BMKG Siapkan Jaringan Sensor Gempa hingga Lakukan Simulasi

Namun pada 2002 dirinya berhenti keliling daerah dan hanya menunggu permintaan menjemput rongsokan dari masyarakat.

"Dari 2002 saya berhenti keliling daerah, karena masyarakat sudah banyak berlangganan dengan saya, jadi mereka beri kabar ke saya kalau ada barang rongsokan,” katanya.

Sudirman menambahkan ia mencari dan membeli barang rongsokan pernah besi harga besi bekas perkilonya 500 rupiah dan plastik bekas 25 rupiah waktu itu pemasok atau agen ada di Desa Talang Duku.

“Waktu dulu saya juga pernah barter besi bekas dengan ubi jalar dengan masyarakat,” pungkasnya (tribunjambi.com/musa)

Penulis: A Musawira
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved