Niat Sang Ibu Mengajarkan Anaknya Belajar Daring Malah Berakhir Tragis, Balok Kayu Jadi Barang Bukti
Namun cara yang dilakukan di luar batas. ia malah menganiaya anaknya itu menggunakan balok kayu.
TRIBUNJAMBI.COM - Niat ibu ini untuk mendidik nanaknya agar ntidak berbohon dan harus displin terkait beklajar daring.
Namun cara yang dilakukan di luar batas. ia malah menganiaya anaknya itu menggunakan balok kayu.
Hasilnya sang anak lebam-lebam akibat pukulan sang ibu.
Aksi kejinya itu sengaja ia videokan untuk dikirim ke tante anak tersebut sebagai bentuk klarifikasi.
• Download MP3 Tri Suaka Judul Semua Berlalu Terpopuler dan Terbaru 2020, Berikut Lirik Lagu
• Hasil Sepak Bola Tadi Malam Timnas U-19 Indonesia vs Qatar, Skor Akhir hingga Jalannya Pertandingan
Namun justru videonya viral di media sosial.
Setelah ditangkap polisi, wanita ini mengaku menyesal
Video seorang Ibu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan menganiaya anak kandungnya viral di media sosial.
SF (34), janda beranak 3 warga Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan menganiaya anak kandungnya NJ (10) dengan balok kayu hingga lebam pada kedua tangannya.
"Sang ibu menganiaya anaknya dengan balok kayu dalam video lantaran kesal anaknya yang sempat ke rumah mertuanya dilaporkan oleh gurunya 10 hari terakhir tak mengikuti pelajaran daring. SF kesal karena NJ anaknya pergi ke Kabupaten Pinrang, rumah neneknya juga tak izin pada ibunya," ungkap Kasat Reskrim Polres Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Iptu Asian Sihombing, Minggu (20/9/2020).
Lanjut Asian, setelah anaknya kembali ke rumah, ia melihat chat sang anak kepada tantenya.
NJ berbincang bersama sang tante di pesan WhatsApp bahwa ibunya berbohong tentang ia tak pernah ikut belajar daring.
"Amarah sang ibu memuncak, ia kemudian menganiaya sang anak dan merekamnya dan dikirimkan ke tante korban tentang klarifikasi sang anak bahwa dirinya tidak berbohong." ungkap Asian.
Kepada polisi, SF mengakui perbuatannya dan menyesal telah berbuat di luar kontrol terhadap sang anak. NJ merupakan anak yang pintar.
"Padahal NJ selalu menjadi juara kelas di sekolahnya," kata Asian.
Di depan polisi, SF menyesali perbuatanya, dirinya mengaku bertindak kasar karena kecewa melihat anaknya NJ tak belajar.