Berita Nasional

Orang Terkaya Indonesia Turun Gunung Gegara PSBB Jakarta, Mahfud MD: Akibatnya Kacau Kayak Begitu

Orang Terkaya Indonesia Turun Gunung Gegara PSBB Jakarta, Mahfud MD: Akibatnya Kacau Kayak Begitu

Editor: Andreas Eko Prasetyo
dok
Gara-gara Tata Kata Anies soal PSBB, Rp 300 Triliun Melayang, Orang Terkaya Indonesia Turun Gunung. Kolase Mahfud MD dan Anies Baswedan 

TRIBUNJAMBI.COM - Gara-gara Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang kembali diberlakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mambuat sosok orang terkaya di Indonesia turun gunung.

Bahkan, sampai-sampai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara.

Ya, Mahfud MD angkat bicara soal rencana pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) Jakarta yang akan diumumkan Minggu (13/9/2020) sore.

Pengumuman PSBB total ini memicu polemik hingga protes dari pengusaha Indonesia.

Solihin Tak Berkutik Ditangkap Polisi, Ngaku Jual Sabu ke Pekerja PETI di Batang Asai

Reaksi Lesty Kejora saat Ditanya Perasaannya dengan Rizky Billar, Padahal Ngaku dan Sebut Sayang

UMKM Sudah Terima Rp 2,4 Juta? Cara Mengetahuinya Lewat SMS, Setelah Terima Lakukan Ini

Bahkan orang paling tajir di Indonesia, Robert Budi Hartono, turun gunung dan menyurati Presiden Jokowi.

Surat Robert Budi Hartono (lebih familiar dengan sebutan Budi Hartono) yang ditujukan kepada Kepala Negara ini diunggah oleh pengusaha sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F Gontha lewat akun Instagram-nya, @petergontha, Sabtu (12/9/2020).

"Surat Budi Hartono orang terkaya di Indonesia kepada Presiden RI, September 2020," tulis Peter Gontha dalam postingannya. 

Surat terbuka tersebut dibenarkan Corporate Communications Manager PT Djarum, Budi Darmawan.

Menurut Budi surat terbuka tersebut merupakan pendapat Robert Budi Hartono sebagai praktisi bisnis.

"Surat tersebut adalah pendapat Pak RBH sebagai praktisi bisnis. Pak RBH tersebut lebih menekankan kepada opsi solusi," ujarnya kepada Tribunnews, Sabtu (12/9/2020).

Dalam surat tersebut, Budi Hartono menyatakan tidak sepakat dengan penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Diketahui, DKI Jakarta rencananya akan kembali melakukan PSBB ketat seperti pada awal pandemi mulai Senin (14/9/2020). 

Budi Hartono memiliki dua alasan utama kenapa tidak menyetujui rencana PSBB di Jakarta.

Menurutnya, PSBB yang pernah dilaksanakan di Jakarta sebelumnya, terbukti tidak efektif dalam menurunkan tingkat pertumbuhan infeksi.

Alasan kedua, kapasitas rumah sakit di DKI Jakarta tetap akan mencapai maksimum kapasitasnya dengan atau tidak diberlakukannya PSBB lagi.

Bos Besar Singapura Malu, Kalah Lawan PRT Indonesia di Pengadilan, Jebakan Pencurian Terbongkar

Terungkap Penyebab Sertifikat Pelatihan Kartu Prakerja Belum Turun, Daftar Gelombang 8

Kabar Aty Kodong Meninggal Dunia Bikin Fans Heboh, Ini Fakta Sebenarnya, Sang Biduan Angkat Bicara

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved