Breaking News:

Di Tengah Pandemi Covid-19 WNA di Kerinci Jadi Perhatian

Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Kabupaten Kerinci di tengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian Pemkab Kerinci.

IST
WNA Korea Selatan penumpang bus ALS diturunkan di Terminal Sri Bulan Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Kabupaten Kerinci di tengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian Pemkab Kerinci.

Hal itu diketahui saat Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kerinci, menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) di wilayah Kabupaten Kerinci tahun 2020 di ruang pola kantor Bupati, Kamis (10/9) kemarin.

Rakor dibuka langsung Bupati Kerinci Adirozal itu mengangkat tema "Pengawasan Keimigrasian di Masa Tatanan Normal Baru Terhadap WNA di Wilayah Kabupaten Kerinci".

Selain Bupati acara ini turut dihadiri Kabid Intelijen dan Penindakan Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jambi Azwar Anas, Kepala Kantor Imigrasi Kerinci Raden Indra Iskandarsyah, dan seluruh Anggota Tim Pora Kabupaten Kerinci.

Terdesak Ekonomi Akibat Pandemi, Dahyu Bisnis Kebab Bermodal Pinjaman

Dicetak Terbatas, Begini Cara Dapatkan Uang Rp 75 Ribu Edisi Khusus Kemerdekaan

Dua Warga Lubuk Napal Dibekuk Polisi, Tengah Malam Nambang Minyak Ilegal

Kabid Intelijen dan Penindakan Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jambi, Azwar Anas menuturkan, bahwa Kabupaten Kerinci merupakan daerah tujuan wisata dan tenaga kerja asing, yang menjadi tugas serta tanggung jawab bersama masing-masing instansi terkait di kabupaten Kerinci bukan hanya Kantor Imigrasi.

"Dalam situasi Pandemi Covid-19 saat ini, Pengawasan Keimigrasian terhadap tenaga kerja asing ataupun WNA yang ada di kabupaten Kerinci harus mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19. Dimana setiap WNA yang datang ke Kabupaten Kerinci wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, saat ini WNA yang masuk ke Kerinci sedang melaksanakan tugas sesuai dengan amanat presiden yaitu mengerjakan proyek strategis nasional (PLTA)," tutur Azwar Anas.

Saat ini di wilayah Kabupaten Kerinci terdapat 9 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang telah memiliki izin tinggal terbatas selama 6 bulan dan dapat diperpanjang, sedangkan izin kerja sudah ada Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang dikeluarkan oleh Depnaker Kabupaten Kerinci.

Sementara itu, Bupati Kerinci Adirozal dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan orang atau Warga Negara Asing yang melakukan beragam kegiatan di wilayah hukum kabupaten Kerinci perlu mendapat perhatian semua pihak.

Karena Kerinci sebagai daerah tujuan wisata, adanya perusahaan dan adanya asimilasi maka perlu menjadi perhatian semua pihak, terutama saat Pandemi Covid-19 sekarang ini, Kesehatan, Psikotropika, Ideologi Bangsa, Sosiologi Kemasyarakatan dan Kerukunan beragamanya.

Dinas Pendidikan Muaro Jambi Dapat DAK Rp 14 Miliar, Fasilitas SDN 59 Banyak Rusak

Dua Penambang Minyak Ilegal di Sarolangun Positif Narkoba, Sebut Pemodal dari Kota Jambi

"Tetapi mengawasinya jangan terlalu atraktif yang menimbulkan mereka tidak betah ditempat kita. Kita harus tetap menjadi tuan rumah yang baik, ramah, tetapi juga tetap harus memantau mereka," kata Bupati.

Ditambahkan Bupati Adirozal, untuk itu rekan-rekan media juga harus ikut membantu kantor Imigrasi dalam memberikan informasi, sehingga Kabupaten Kerinci tetap menjadi tuan rumah yang baik, orang mau berkunjung dan apa yang kita lakukan menjadi aman untuk negeri kita.

"Kita minta warga yang masuk ke Indonesia, Jambi dan Kerinci khususnya untuk dapat melengkapinya dokumen dengan baik, mengikuti aturan negeri yang benar termasuk aturan budaya setempat," harap Adirozal.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved